Ilustrasi menikah. Foto: Istimewa

Ilustrasi menikah. Foto: Istimewa

Belum Cukup Umur, 145 Pasangan di Karanganyar Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas karena Hamil Duluan

Dari jumlah pengajuan dispensasi itu, 80 persen karena pihak perempuan sudah hamil terlebih dulu.

Rabu, 29 Juli 2020 | 05:37 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Karanganyar - Sejak awal tahun hingga juni 2020, sebanyak 145 pasangan mengajukan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama Karanganyar.

Banyaknya dispensasi pernikahan tersebut didominasi pengajuan perubahan aturan usia minimal untuk pernikahan pada perempuan.

Dalam hal ini, Plt. Panitera Pengadilan Agama Karanganyar, Suminah mengungkapkan, meningkatnya jumlah pengajuan dispensasi untuk pernikahan dini dikarenakan ada perubahan beberapa aturan. Salah satunya yang paling mempengaruhi adalah usia minimal perempuan untuk menikah dari awalnya 16 tahun menjadi 19 tahun.

“Jadi karena adanya perubahan aturan usia minimal pernikahan untuk perempuan makanya yang awalnya tidak masuk ke dispensasi jadi masuk ke dispensasi. Karena aturan yang terbaru itu usia minimalnya sama dengan yang laki-laki jadi 19 tahun,” ungkap Suminah.

Menurut Suminah, sebanyak 145 pengajuan dispensasi pernikahan itu, semuanya diperbolehkan lantaran sudah menjadi kehendak kedua pihak. Dari jumlah pengajuan dispensasi itu, 80 persen karena pihak perempuan sudah hamil terlebih dulu.

“Kalau alasannya banyak dan bermacam. Kalau orang desa kan sudah biasa untuk pernikahan dini. Tapi kebanyakan yang mendominasi adalah alasan perempuannya sudah hamil dulu. Jadi ya mau gak mau kami harus mengizinkannya karena itu untuk kebaikan dan masa depan anaknya nanti,” bebernya.

Meski begitu, jumlah gugatan cerai dan talak cerai masih lebih banyak dibanding pengajuan dispensasi pernikahan yang masih menempati urutan ke tiga kasus terbanyak. Untuk cerai talak sejak awal tahun hingga Juni sebanyak 225 dan gugatan cerai sebanyak 539 pengajuan di periode yang sama.

“Yang paling banyak sebenarnya malah gugatan cerai dari pihak perempuan karena faktor ekonomi yang mendominasi alasannya. Kalau yang talak karena si suami tidak mampu memenuhi keinginan istrinya. Lalu alasan terbanyak lainnya tentu karena ada orang ketiga. Selain itu hanya alasan minor saja,” pungkasnya.

Sementara itu, data dari Pengadilan Agama Karanganyar menunjukkan, dispensasi pernikahan pada Januari sebanyak 30 pengajuan, Februari 17, Maret 32, April 21, Mei 9, dan Juni 36.

Sedangkan cerai gugat pada Januari 2020 sebanyak 123 kasus, Februari 109, Maret 74, April 44, Mei 38, dan Juni 151. Sementara itu, jumlah cerai talak pada Januari 55 kasus, Februari 44, Maret 29, April 20, Mei 23, dan Juni 54.


tags: #karanganyar #dispensasi nikah # pengadilan agama karanganyar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI