Darwin Jazilin, bocah asal Cemani, Grogol, Sukoharjo, yang berjualan cilok keliling demi bisa beli kuota untuk pembelajaran jarak jauh. Foto: Istimewa.

Darwin Jazilin, bocah asal Cemani, Grogol, Sukoharjo, yang berjualan cilok keliling demi bisa beli kuota untuk pembelajaran jarak jauh. Foto: Istimewa.

Selain HP, Bocah Penjual Cilok Asal Sukoharjo Ini Dapat Bantuan Sembako Hingga Uang

Saat ini, HP tersebut digunakan Darwin untuk mengerjakan tugas sekolah selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Minggu, 02 Agustus 2020 | 13:11 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Sukoharjo - Penjual cilok asal Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Darwin Jazilin, 12, mendapat donasi berbentuk kuota paket internet, uang, sembako hingga handphone (HP).

Menurut Ibunda Darwin, Widaningsih, 38, donasi mulai berdatangan sejak pemberitaan tentang putranya yang menjajakan cilok viral. "Banyak yang datang ke rumah dan kasih bantuan untuk Darwin," ungkapnya, Minggu (2/8/2020).

Bantuan yang diberikan bukan hanya berasal dari warga di Soloraya, akan tetapi ada juga warga dari Jawa Timur. Ia mengatakan, bantuan diterima berupa paket internet, pulsa, uang, kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), dan handphone (HP). Semua bantuan tersebut sepenuhnya diserahkan dan dipergunakan oleh Darwin.

"Semua [bantuan] dibawa Darwin. Kecuali sembako digunakan untuk keluarga. Kuota, uang, dan lainnya disimpan sendiri," ujarnya. Termasuk bantuan berupa HP yang diberikan seorang istri dari salah satu guru di sekolah anaknya SMP Negeri 24 Solo juga disimpan sendiri. Saat ini, HP tersebut digunakan Darwin untuk mengerjakan tugas sekolah selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Darwin selama ini memang tidak mempunyai HP dan tugas-tugas sekolahnya dikerjakan saat sang ayah pulang kerja. "Biasanya tugas sekolah dikerjakan malam hari. Kan harus nunggu bapaknya pulang kerja dulu," ungkap Widaningsih.

Saat berjualan cilok, Darwin tidak membawa HP tersebut. Darwin memilih fokus berjualan dan baru menyentuh HP untuk mengerjakan tugas sekolahnya saja. "Alhamdulillah kami merasa bersyukur banyak yang memberikan bantuan," ujarnya.

Sebelumnya, Darwin Jazilin, 12, warga RT 002 RW 011 Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo harus mengisi waktunya dengan jualan cilok. Darwin berjualan cilok keliling dari siang hari hingga menjelang petang. Darwin mengaku berjualan cilok untuk membantu orangtua.

Ia menuturkan, jika ayahnya hanya bekerja sebagai petugas kebersihan di RS dr Oen Kandang Sapi Solo.  Sedangkan ibunya berjualan cilok. "Ibu jualan cilok dari pagi sampai siang di Alfamart Batik Keris. Lalu dari jam 15.00 WIB sampai magrib gantian saya yang jualan muter keliling Solo," tuturnya.

Darwin keliling jualan cilok dengan mengayuh gerobak dengan rute Cemani-Sriwedari-Alun Alun Kidul-Tipes-Cemani adalah rute . "Capek ya pasti. Tapi sudah niat membantu orangtua," beber Darwin.

Anak kedua dari pasangan Iskandar, 39 dan Widaningsih, 38 itu tidak malu harus menjadi penjual cilok dari rumahnya di Cemani, Sukoharjo, ke Solo. Di saat teman-temannya bermain, dia harus berjuang mengais rejeki. "Sering sih diajak main kalau sore sama teman-teman. Tapi kan saya tidak bisa," pungkasnya.

BERITA TERKAIT:
Kepolisian Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Wanita di Dalam Mobil di Sukoharjo
KPU Gelar Debat Terbuka Antar Paslon di Sukorharjo
Kasus Netralias Oknum ASN di Sukoharjo Dilimpahkan ke KASN
Terjadi Kecelakaan Truk Vs Sepeda Motor di Sukoharjo, Satu Orang Tewas
Diduga Lakukan Pelanggaran, Kades Gedangan Sukoharjo Diberhentikan dari Jabatannya
Alhamdulillah! Insentif untuk Nakes Covid-19 di Sukoharjo Segera Cair
Mahasiswa Solo Raya Tuntut Bebaskan Rekan Mereka


tags: #sukoharjo #cilok #handphone #hp

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI