Ilustrasi

Ilustrasi

Di Banjarnegara, Tiga Orang Siswi Terlibat Prostitusi Online

Tarif prostitusi tersebut dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta.

Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:32 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Banjarnegara - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengamankan 12 orang terlibat prostitusi online, mirisnya dari 16 orang tersebut, diduga tiga orang diantaranya berstatus masih siswi SMA.

Menurut Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo, terungkapnya kasus prostitusi online tersebut berawal dari aduan masyarakat perihal keberadaan indekos yang berada di daerah perkotaan. 

Diduga indekos tersebut sering digunakan perbuatan asusila. "Operasi yang kami laksanakan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan salah satu rumah kos di daerah perkotaan. Setelah kami cek, dan penghuni dimintai keterangan, kami mendapati tempat tersebut digunakan untuk prostitusi," ucap Esti Widodo.

BERITA TERKAIT:
Lagi, Siswi SMA Terlibat Prostitusi Online
Di Banjarnegara, Tiga Orang Siswi Terlibat Prostitusi Online
Diduga Terlibat Kasus Prostitusi, Vernita Syabilla Masih Berstatus Saksi

"Penghuni kos yang diduga terlibat prostitusi ini memang ada yang di bawah umur, dan masih sekolah tingkat SMA. Jumlahnya ada 3 anak. Ada yang kelas 2 SMA, ada juga yang kelas 3 SMA. Selain itu juga ada yang sebagai 'mami' atau perantaranya," ungkapnya.

Layanan prostitusi tersebut ditawarkan secara online lewat media sosial, lanjut Esti Widodo. Berdasarkan keterangan awal orang yang terlibat, transaksinya dilakukan melalui perantara.

"Transaksinya melalui perantara, saat ini ada dua orang perantara yang kami amankan. Mereka yang mencarikan tamu melalui media sosial," imbuhnya.

Esti melanjutkan berdasarkan pemeriksaan awal tarif prostitusi tersebut dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. Tapi jumlah tersebut, tidak semuanya diterima oleh pelaku, namun ada sebagian diberikan kepada perantara atau maminya.

"Dari keterangan yang disampaikan, ke 'mami'-nya mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta. Nanti yang diterima oleh mereka tentu di bawah itu," katanya.

Kasus prostitusi online di Banjarnegara tersebut, saat ini masih terus dilakukan pendalaman. Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Unit PPA akan digandeng Satpol PP karena adanya 3 siswi SMA tersebut.

"Karena masih di bawah umur, harus ada pendampingan juga dari unit PPA. Nantinya yang masih sekolah ini diberi bimbingan konseling agar yang bersangkutan kembali menjalani hidup normal seperti anak seusianya," bebernya.

Sedangkan untuk perantara "mami" dalam kasus ini, juga masih dilakukan pendalaman. Jika ada pelanggaran pidana, nantinya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. "Untuk 'mami'-nya, kami masih meminta keterangan. Kalau ada pelanggaran pidana kami limpahkan ke Polres," tutupnya.

Adanya penangakapan tersebut, pihak sekolah dan orangtua diminta Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono harus lebih memperhatikan anak. Sebab jika lepas dari perhatian, akan terpengaruh ke hal negatif, hingga terlibat prostitusi.

"Jadi pihak sekolah harus lebih memperhatikan anak didik. Termasuk juga orangtua harus lebih waspada. Karena kalau tidak diperhatikan ya bisa seperti ini," ucap Bupati.

Selain itu, Bupati mengungkapkan pihaknya akan terus memperketat pengawasan rumah kos. Termasuk juga pengawasan di sosial media.

"Kami akan berjalan terus untuk 'kebersihan' Banjarnegara. Satpol PP dikerahkan untuk pengawasan, patroli di rumah kos. Selain itu juga dilakukan pengawasan di media sosial dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika," ungkapnya.


tags: #prostitusi online #kabupaten banjarnegara #bupati banjarnegara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI