Perajin kain tenun Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan, Purbalingga sedang memproduksi kain taplak. Produk tersebut mampu menembus pasar ekspor ke Amerika, Foto: KUASAKATA

Perajin kain tenun Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan, Purbalingga sedang memproduksi kain taplak. Produk tersebut mampu menembus pasar ekspor ke Amerika, Foto: KUASAKATA

Di Masa Pandemi, Kain Tenun Tumanggal Purbalingga Diekspor ke Amerika

Pemkab Purbalingga berupaya agar kain tenun tumanggal dapat dikreasikan menjadi kerajinan.

Kamis, 06 Agustus 2020 | 10:36 WIB - Ekonomi
Penulis: Joko Santoso . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Purbalingga - Di tengah perekonomian yang lesu akibat pandemi corona, perajin kain tenun di Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan Purbalingga masih bisa tersenyum. Pasalnya, produk khas desa tersebut malah mampu menembus pasar ekspor ke Amerika.

"Di masa pandemi, pemasaran kain tenun mengalami sedikit hambatan. Namun perajin malah melakukan inovasi dengan membuat kain taplak dengan tenunan benang antihan. Produk ini mampu dieskpor ke Amerika," kata Kepala Desa (Kades) Tumanggal Surati, di sela-sela Kegiatan Cipta Kreasi Kerajinan Khas Purbalingga Berbasis kain tenun Tumanggal di Desa Tumanggal, Rabu (5/8).

Selama ini, produk tenun Tumanggal mayoritas dipasarkan ke Bali. Namun saat pandemi, omzetnya turun. Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadap pendapatan para perajin. "Di  saat pandemi sekarang ini penurunan omzet sangat terasa karena Bali sebagai pasar utama kain tenun belum pulih," kata Surati.

Pemkab  Purbalingga melalui Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Purbalingga mendukung penuh produksi kain tenun Tumanggal. Bahkan sebelumnya, Dinkop UKM Purbalingga juga telah memberikan 6 paket alat tenun agar para pengrajin benang antih tidak perlu menenun kain tumanggal di Pekalongan.

Kepala Dinkop UKM Purbalingga Budi Susetyo mengatakan Pemkab Purbalingga berupaya agar kain tenun tumanggal dapat dikreasikan menjadi kerajinan. Ia juga mengajak 10 pengrajin untuk melihat proses pembuatan kain tenun tumanggal agar bisa mengkreasikan menjadi kerajinan.

"Para pengrajin ini kami ajak dan kami motivasi agar bisa menciptakan aneka kerajinan berbahan dasar kain tenun tumanggal seperti tas, dompet, sepatu, pernak-pernik, dan juga hantaran," kata Budi.

Dijelaskan pula, pihaknya juga akan mengajak para desainer Purbalingga yang tergabung dalam Asosiasi Fashion dan Desainer Purbalingga (Afdega) untuk bisa berkreasi membuat pakaian berbahan dasar kain Tumanggal. Dengan demikian, maka potensi kain tenun tumanggal ini akan lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat.

"Hasil-hasil karya crafter (pengrajin, Red) ini nantinya akan dipasarkan lewat gerai Tuka-Tuku sehingga Purbalingga mempunyai ciri khas kerajinan berbahan dasar kain tenun Tumanggal," pungkasnya.


tags: #corona #amerika #ekspor #pemkab purbalingga #kain tenun

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI