Ilustrasi air, Foto: Istimewa

Ilustrasi air, Foto: Istimewa

Air Bersih Langka, Bantuan dari BPBD Pemalang Belum Mencukupi

Kemarau membuat tiga sumber mata air di Kecamatan Pulosari mengering.

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 19:41 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Pemalang - Krisis air bersih melanda beberapa desa di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Warga masih bertahan dengan sisa air hujan yang disimpan di tandon. Sedangkan yang lainnya mengandalkan bantuan.

Kepala Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Sutrisno menyatakan sudah lebih dari sebulan warga kesulitan air bersih. Pasalnya, di musim kemarau, tiga sumber air yang diandalkan telah mengering.

Untuk kebutuhan konsumsi air bersih, kata dia, cukup besar, mencapai 10-15 tangki setiap hari. Kebutuhan ini tidak mencukupi jika mengandalkan bantuan dari Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Pemalang.

“Bantuan dari BPBD belum memenuhi seluruh warga. Beberapa warga yang ekonominya mampu, memilih membeli dalam ukuran jeriken atau tangki,” ungkapnya, Jumat (7/8).

Sementara itu, Kepala BPBD Pemalang Wahadi menyatakan pihaknya setiap hari mengirimkan dua tangka air bersih ke Kecamatan Pulosari. Bantuan tersebut didistribusikan secara bergiliran setiap hari.

“Satu hari untuk di Pulosari kami kirim dua tangka dan satu mobil untuk di Kecamatan Belik,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, desa di Kecamatan Pulosari yang mengalami krisis air bersih adalah Clekatakan, Pagenteran, Siremang, Batursari, Penakir, Gunungsari, dan Jurangmangu.

BERITA TERKAIT:
Antisipasi Karhutla, BKPH Kabupaten Pekalongan Giatkan Patroli Gabungan
Kemarau, Tiga Kecamatan di Kudus Rawan Kekeringan
Kemarau, Kawanan Monyet Turun ke Jalan Todanan Blora
Wilayah Pegunungan di Pekalongan Terancam Kekeringan
Puluhan Embung di Wonogiri Mengering, Pemkab Berupaya Bangun Baru
Air Bersih Langka, Bantuan dari BPBD Pemalang Belum Mencukupi


tags: #kemarau #bpbd pemalang #air bersih

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI