Ilustrasi lahan kekeringan. Foto: Isimtewa

Ilustrasi lahan kekeringan. Foto: Isimtewa

Puluhan Embung di Wonogiri Mengering, Pemkab Berupaya Bangun Baru

Dengan total sebanyak 79 embung di Wonogiri, 24 di antaranya sudah mengering.

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 09:16 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Wonogiri - Sejumlah embung di Kabupaten Wonogiri saat ini sudah mulai mengering. Fakta tersebut menjadi peringatan agar masyarakat mempersiapkan diri jika kekeringan yang merupakan bencana tahunan di kabupaten ini terjadi.

Terkait kekeringan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto menyebutkan sekitar 30 persen embung di Wonogiri sudah mengering. Dengan total sebanyak 79 embung, berarti embung yang mengering sekitar 24.

Melihat fenomena itu, BPBD mulai memantau ketersediaan air di daerah, terutama daerah langganan kekeringan di Wonogiri. Selanjutnya, BPBD juga mengecek kondisi di daerah potensi kekeringan.

Bambang menjelaskan, keberhasilan pemerintah dalam menanggulangi kekeringan tidak bisa dilihat dari jumlah kasus yang naik atau turun.

"Ketika sudah menyelesaikan masalah kekeringan di suatu tempat, daerah lain juga berpotensi terdampak kekeringan. Jadi ada daerah baru yang mengalami kekeringan. Karena ketersediaan air di daerah berbeda-beda," ujarnya.

Menuruntya, saat musim kemarau datang, Pemkab Wonogiri tidak hanya fokus ke daerah yang mengalami kekeringan. Namun, juga daerah lain yang berpotensi terjadi kekeringan. Salah satu upayanya yakni selalu melakukan pemantauan kondisi embung di Wonogiri.

"Kami juga berusaha membentuk masyarakat menjadi pribadi tangguh. Karena mereka tinggal di daerah potensi bencana kekeringan," tuturnya.

Data Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri menunjukkan, ada 79 embung yang ada di Wonogiri. Pemkab Wonogiri berusaha mengatasi kekeringan dengan membangun embung baru.

Sepanjang 2016-2019, Pemkab Wonogiri sukses membangun 12 embung. Belasan embung tersebut sebagian besar dibangun di Wonogiri bagian selatan, seperti Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, dan Giritontro.

Sebelumnya, sejumlah camat di daerah langganan kekeringan di Wonogiri memperkirakan daerah terdampak kekeringan pada tahun ini berkurang. Pasalya, sudah ada sejumlah daerah kekeringan yang mendapatkan pasokan air dari sumber air yang bisa diandalkan.

Sementara itu, Camat Pracimantoro, Wonogiri, Warsito mengatakan, saat ini ada beberapa sumber mata air yang telah selesai dibangun untuk mengatasi kekeringan. Salah satunya sumber mata air Luweng Sanga.

Sumber tersebut bisa mengaliri air di empat desa yang selama ini langganan kekeringan. "Daerah yang mengalami kekeringan berpotensi menurun pada musim kemarau tahun ini. Jika tahun lalu ada 12 dusun yang terdampak, pada tahun ini tinggal berapa dusun saja," pungkasnya.

BERITA TERKAIT:
Diterjang Air Bah, Seorang Warga Wonogiri Diduga Hanyut di Sungai Selokerto
Libur Panjang, Ratusan Penumpang Bus di Terminal Wonogiri Di-swab
Warga Paranggupito Wonogiri Lakukan Simulasi Menghadapi Tsunami
Pecah Rekor, 3.249 Warga Wonogiri Balik ke Perantauan dalam Sehari
Sudah 10 Tahun Lebih Jadi Ikon, Tak Ada Yang Tahu Nama Resmi Patung di Wonogiri Ini
Pemkab Wonogiri Bolehkan PSHT Gelar Suran Agung, Ini Syaratnya
Jadi Cabup Petahana di Pilkada Wonogiri 2020, Joko Sutopo Harus Cuti 71 Hari


tags: #wonogiri #embung #kekeringan #kemarau

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI