ilustrasi petugas PLN memeriksa meteran listrik warga. Foto: Istimewa.

ilustrasi petugas PLN memeriksa meteran listrik warga. Foto: Istimewa.

Bikin Syok! Tagihan Listrik Rp 19 Juta Setelah Dihitung Ulang Jadi Rp 1 Juta

Bukan salah catat, tapi pencatatan enggak langsung karena ada COVID-19.

Rabu, 12 Agustus 2020 | 06:16 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM - Pada masa pandemi seperti ini, tidak sedikit tagihan listrik rumah tangga non subsidi yang naik secara signifikan. Seperti yang dialami pelanggan listrik 900 VA asal Makassar ini yang tagihan listriknya mencapai Rp 19 juta, padahal biasanya hanya membayar Rp 400 ribu per bulan.

Kejanggal tagihan tersebut lantas diungkap dalam akun Twitter @ummudaardaa. Akun tersebut menggunggah foto bukti tagihan listrik yang mencapai Rp 19.675.707 dengan kapasitas listrik hanya 900 VA.

"Yang nanya bukti, nih aku zoom. Bukti tagihan listrik bulan ini. Waahhh @pln_123, padahal tagihan normal 400k dan listrik 900 watt loh itu," cuit @ummudaardaa. Kementerian ESDM yang membawahi PLN juga turut menanggapi keluhan tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Bisnis dan Usaha Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Hendra Iswahyudi mengaku telah menghitung ulang hingga tagihan pelanggan di Makassar itu disepakati menjadi Rp 1.050.000.

"Angkanya sudah clear, sudah ketemu sama pelanggan. Solusinya sudah disepakati, mekanismenya. Itu di Makasar, pelanggan hanya bayar Rp 1.050.000 dengan dicicil 4 kali per bulan. Jadi 200 ribu. Itu sudah clear," ungkapnya dalam konferensi pers virtual Ditjen Gatrik, Selasa (11/8).

Sementara itu, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, meroketnya tagihan listrik masyarakat selama masa pandemi ini terjadi bukan karena PLN salah dalam melakukan pencatatan. Tapi karena mekanisme penghitungannya berubah seiring dengan penghitungan rata-rata tiga bulan saat wabah virus corona masuk Indonesia.

Selama ini, pencatatan meteran ini dilakukan oleh pihak ketiga, bukan PLN langsung dan itu sudah sesuai arahan pemerintah, PLN pun meminta pencatat meteran tidak usah datang ke rumah-rumah warga lagi karena khawatir terjadi penyebaran Covid-19.

"Bukan salah catat, tapi pencatatan enggak langsung karena ada COVID-19. Jadi enggak ada salah catat. Ini karena mekanisme pencatatan yang berbeda. Kalau pihak ketiga itu mau datang ke rumah, orang rumah belum tentu mau didatangin. Kan ini enggak mungkin, listrik jalan terus kan, makanya ini diambil yang diambil negara lain itu dengan rata-rata itu. Artinya, ini yang terbebankan ke rekening berikutnya," imbuh Rida.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pengawasan pada PLN terutama soal tagihan listrik ini. Perusahaan pun sudah membuka layanan posko pengaduan 24 jam untuk pelanggan. Petugas biasanya langsung mendatangi rumah pelanggan untuk memberi penjelasan dan pengecekan langsung jika pelanggan keberatan dengan tagihan.


tags: #pln #naik #listrik #tagihan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI