Para tersangka pelaku kerusuhan di Mertodranan, Solo, dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (11/8/2020). Foto: Istimewa.

Para tersangka pelaku kerusuhan di Mertodranan, Solo, dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (11/8/2020). Foto: Istimewa.

Galak Saat Kejadian, Satu Tersangka Pelaku Kerusuhan di Solo Nangis Saat Konferensi Pers

Saat awak media menunggu Kapolda Jawa Tengah siap, tersangka itu terus menangis sembari menundukkan kepala.

Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:13 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Solo - Kasus kerusuhan di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo masih berlanjut. Salah satu tersangka kerusuhan  menangis saat digiring dari mobil menuju lokasi konferensi pers di Mako II Mapolresta Solo, Selasa (11/8/2020).

Dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi itu terlihat salah seorang pelaku yang berusia paruh baya menangis sejak digiring dari mobil menuju lokasi konferensi pers.

tersangka tersebut tampak mengenakan kaus tahanan bernomor 06. Saat awak media menunggu Kapolda Jawa Tengah siap, tersangka itu terus menangis sembari menundukkan kepala. pelaku kerusuhan di Mertodranan, Solo, itu sesekali mengusap air matanya.Pria itu merupakan satu dari lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dalam kasus pengrusakan dan penganiayaan yang terjadi di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020) sore lalu.

Sampai saat ini, identitas para pelaku lain sudah dikantongi polisi. Para pelaku ditunggu iktikad baiknya untuk menyerahkan diri dalam waktu 2x24 jam sebelum polisi menangkap paksa para pelaku kerusuhan di Mertodranan, Solo, itu.

"Identitas para pelaku lain sudah kami ketahui, kami akan mengejar pelaku lainnya. Para pelaku pengeroyokan, pengrusakan, dan penganiyaan berinisial BD, MM, MS, ML, dan RM," ungkap Kapolda.

Sebelumya diberitakan, kerusuhan di RW 001 Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, terjadi pada Sabtu sore hingga malam. kerusuhan yang berlangsung kurang lebih lima jam itu membuat warga sekitar ketakutan dan tak berani keluar rumah.

Insiden kerusuhan di Mertrodranan, Solo, itu bermula saat para pelaku berdatangan ke rumah salah satu warga yang tengah menggelar acara hajatan pernikahan. Diduga karena ada kesalahpahaman, para pelaku kemudian menyerang rumah warga tersebut.

Sejumlah orang kena pukul dan dianiaya hingga terluka. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan kerusuhan itu dilakukan kelompok intoleran.

Para pelaku terancam Pasal 160 KUHP dan Pasal 335 KUHP tentang penghasutan untuk bertindak pidana kekerasan serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Polisi tidak menemukan indikasi keterkaitan para pelaku dengan jaringan terorisme.


tags: #solo #pelaku #kapolda #tersangka #kerusuhan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI