Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono

Tak Tegas Tegakkan Protokol Kesehatan di Masyarakat, Kapolsek dan Kapolres Siap- siap Digeser

Tokoh masyarakat, influencer, untuk turut mensosialisasikan ini semua.

Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:19 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Terkait implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono memberikan arahan kepada jajaran kapolda dan Kapolres

Dalam arahan Komjen Gatot secara tegas mengatakan akan mencopot kapolda hingga Kapolsek yang tak tegas dalam mendisiplinkan masyarakat pelanggar protokol COVID-19.

"Saya katakan, kalau ada Kapolsek yang tidak melaksanakan kegiatan baik dalam kegiatan pendisiplinan masyarakat maupun kegiatan lainnya dalam rangka memotong penularan COVID-19 ini, ya ganti saja kapolseknya. Kalau nanti kapolresnya juga tidak bekerja dengan serius dan pak kapolda, ya laporkan saja. Kita ganti juga kapoldanya," kata Komjen Gatot Edy Pramono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dalam memutus mata rantai penularan COVID-19, kata Gatot perlu adanya penanganan serius dalam upaya mendisiplinkan masyarakat terkait Protokol Kesehatan. Hal ini dilaksanakan secara persuasif hingga represif dengan penegakan hukum.

"Jika kita bisa memotong rantai penularan COVID-19 ini, tentunya kesehatan akan pulih, ekonomi akan bangkit. Ini dikerjakan bersama, Polri bersama-sama TNI dan pemerintah, dalam hal ini lementerian/lembaga terkait dan pemda, melakukan langkah-langkah persuasif sampai penegakan hukum," ungkapnya.

Gatot berharap tugas sosialisasi COVID-19 tersebut dapat didukung oleh masyarakat hingga influencer. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelaksanaan Protokol Kesehatan di tengah pandemi Corona.

"Saya juga harap kepada tokoh masyarakat, influencer, untuk turut mensosialisasikan ini semua. Mari kita budayakan gunakan masker, mari kita jadikan masker lifestyle sehari-hari kita. Protokol COVID-19 jelas: cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan. Itu konsep dasarnya," harapnya.

"Kalau kita bisa memotong rantai penularan COVID-19 ini, tentunya kesehatan akan pulih. Ekonomi akan bangkit. Ini dikerjakan bersama," lanjutnya.

Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menerbitkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019. 

Adanya Inpres tersebut, kepala daerah bisa mengeluarkan sanksi bagi pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19.

BERITA TERKAIT:
Pasien Covid-19 Kembali Meningkat, Operasi Penegakan Prokes Digiatkan
Video Empat PNS Terpergok Tak Pakai Masker di Balaikota Semarang
Video IDI Jateng Siap Promosikan Protokol Kesehatan di 22 Tempat
Disdik Klaten Prediksikan KBM Tatap Muka di Sekolah Paling Cepat 24 Agustus 2020
Wakapolri: Penyebar Hoax Corona, Langsung Tahan


tags: #protokol kesehatan #wakapolri #kapolsek #kapolres #inpres

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI