Konferensi Pers FKUB Jawa Tengah Terkait Kasus Penyerangan Doa Midodareni, di Kantor Kesbangpol Jawa Tengah, Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Rabu (12/8/2020) siang.  [foto: KUASAKATACOM]

Konferensi Pers FKUB Jawa Tengah Terkait Kasus Penyerangan Doa Midodareni, di Kantor Kesbangpol Jawa Tengah, Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Rabu (12/8/2020) siang.  [foto: KUASAKATACOM]

FKUB Jateng Kutuk Keras Aksi Penyerangan Doa Midodareni di Surakarta

Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan menyebut penyerangan itu menodai kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Tengah.

Rabu, 12 Agustus 2020 | 17:38 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah beserta elemen masyarakat mengecam keras tindakan intolerasi yang dialami oleh keluarga Habib Umar Assegaf, saat acara doa midodareni, di Surakarta, beberapa hari yang lalu.

Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan menyebut penyerangan itu menodai kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Tengah.

"Terlebih sebentar lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia," kata Taslim, saat konferensi pers, di Kantor Kesbangpol Jawa Tengah, Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Rabu (12/8/2020) siang. 

Taslim menuturkan, kutukan keras itu guna merajut kembali toleransi dan tenun kebhinekaan yang berusaha dikoyak oleh oknum tak bertanggung jawab.

Ia pun menyesalkan insiden itu terjadi. Menurutnya, insiden itu jelas-jelas telah melanggar hukum.

Selain mengecam aksi itu, pihaknya turut berempati kepada keluarga korban agar bisa segera sembuh dari sakit yang dialami akibat kejadian itu.

"Kami juga memberikan dukungan moral kepada keluarga korban agar mereka berani memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara," tegasnya. 

Ditekannya, bahwa FKUB Jawa Tengah mendukung sepenuhnya langkah-langkah cepat yang telah diambil oleh Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Tengah, dan Kapolda Jawa Tengah pasca penyerangan

"Ini sebagai wujud kehadiran Negara dalam menyelesaikan kasus intoleransi di Surakarta," lanjut Taslim. 

Taslim pun menghimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang cinta perdamaian dan menghargai keberagaman untuk memperkokoh solidaritas, kedewasaan, dan moderasi beragama untuk mewujudkan kerukunan umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
 

BERITA TERKAIT:
Ustadz Miqdad Tekankan Pentingnya Bijak Bermedia Sosial
Ustaz Miqdad: Kalau Hanya Sekadar Bicara Tidak Suka dengan Agama Lain itu Tidak Masalah
Nahdatul Ulama Soloraya Kecam Aksi Penyerangan Doa Midodareni
Terduga Penyerang Doa Midodareni di Surakarta Bertambah, Kini Jadi Tujuh Orang
Kapolresta Surakarta Silaturahmi ke Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf
FKUB Jateng Kutuk Keras Aksi Penyerangan Doa Midodareni di Surakarta
Penyerang Doa Midodareni Bertambah, Kini Menjadi Lima Orang


tags: #midodareni #fkub #penyerangan #surakarta

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI