Anggota Satpol PP Klaten menyita rokok ilegal di wilayah Klaten, Rabu (12/8/2020). Foto: Istimewa.

Anggota Satpol PP Klaten menyita rokok ilegal di wilayah Klaten, Rabu (12/8/2020). Foto: Istimewa.

Ratusan Bungkus Rokok Ilegal di Klaten Disita, Ini Jenis dan Mereknya!

Salah seorang penjual rokok ilegal mengaku tidak mengetahui rokok yang dijajakan ternyata ilegal.

Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:15 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Klaten - Tim gabungan merazia ratusan bungkus rokok ilegal di toko kelontong yang di kawasan perdesaan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2020). Tim gabungan tersebut terdiri dari Satpol PP Klaten, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Klaten, Polres Klaten, Kodim Klaten, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Solo.

Terkait temuan itu, Pelaksana Bea dan Cukai Solo, Wahyu Purnama, mengaku peredaran rokok ilegal di Soloraya masih banyak. Pasalnya, rokok ilegal dijual sangat murah di pasaran.

"Kami mengimbau ke penjual jangan menjual rokok ilegal," ujarnya di sela-sela razia rokok ilegal kemarin.

Razia rokok ilegal dilakukan pukul 09.30 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB. Dalam razia itu, tim gabungan menyita 295 bungkus rokok ilegal dari sejumlah toko kelontong di Klaten.

Tim gabungan dibagi jadi dua tim menyisir keberadaan toko kelontong. Tim pertama menyisir ke Pedan dan Bayat, sedangkan tim kedua ke Cawas dan Karangdowo. Di antara rokok ilegal yang disita tim gabungan memiliki ciri-ciri tidak ada label cukai dan harga cenderung murah.

rokok ilegal tersebut dijual di pasaran rata-rata senilai Rp5.000 per bungkus, sedangkan harga rokok legal minimal Rp18.500 per bungkus. Berbagai jenis rokok ilegal yang disita tim gabungan di Klaten bermerek Magbul, SMD, Mild Boro, L4, dan Super BRO.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman, saat ditemui wartawan di sela-sela razia rokok ilegal di Cawas, Rabu (12/8/2020), mengaku razia rokok ilegal sudah rutin dilakukan sejak akhir pekan lalu.

"Kami akan gempur terus rokok ilegal [melanggar Pasal 54 UU No. 39/2007 tentang Cukai]. Kami akan rutin menggelar razia ini hingga akhir tahun nanti. Razia seperti ini dilakukan setiap pekan," ujarnya.

Rabiman menuturkan, tim gabungan telah menyita 85 bungkus rokok ilegal di empat daerah pada akhir pekan lalu. Empat daerah itu meliputi Gantiwarno, Prambanan, Karangnongko, dan Ngawen.

Dalam hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Pengendalian Usaha Perdagangan Bidang Perdagangan Disdagkop dan UKM Klaten, Dewi Wismaningsih, mengimbau para penjual rokok proaktif turut menolak rokok ilegal.

"Kandungan tembakau di rokok ilegal itu informasinya ada yang menggunakan tembakau bekas," ujarnya.

Salah seorang penjual rokok ilegal di Karangdowo, MR, 63, mengaku tidak mengetahui rokok yang dijajakan termasuk ilegal. "Saya hanya disetori. Punya saya tinggal tujuh bungkus," ujarnya.


tags: #satpol pp #polres #klaten #rokok ilegal

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI