Bupati Jepara Dian Kristiandi

Bupati Jepara Dian Kristiandi

Sebulan Zona Merah, Jepara Turun Jadi Zona Oranye Covid-19

Ada 15 kriteria penilaian yang dilakukan sehingga Jepara saat ini dinyatakan masuk zona oranye.

Jumat, 14 Agustus 2020 | 16:42 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jepara- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menetapkan Kabupaten Jepara masuk dalam zona oranye (risiko sedang) dalam peta persebaran Covid-19. Hal itu setelah sekitar sebulan Kabupaten Jepara masuk dalam zona merah (risiko tinggi). 

Usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Jumat (14/8/2020) pagi, di Gedung DPRD Jepara, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, masyarakat dan semua pihak yang bersama-sama berjuang di tengah pandemi Covid-19. 

“Alhamdulillah, atas kerjasama kita semua. Jepara yang semula zona merah dengan risiko tinggi, per 9 Agustus oleh Kemenkes, ditetapkan sebagai zona oranye dengan risiko sedang,” kata Andi. 

Meskipun masuk dalam risiko sedang, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokoler kesehatan, bahkan harus lebih ditingkatkan lagi. Melalui momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indoensia, orang nomor satu di Jepara tersebut mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama membawa Jepara kembali ke zona hijau dengan risiko aman. "Kita tingkatkan kerjasama kita agar Jepara kembali ijo royo-royo,” kata bupati. 

Sementara Juru Bicara GTPP Covid-19 dr. Fakhrudin mengatakan, trend positif ini karena ada upaya-upaya yang menjadikan perbaikan, sehingga dari zona merah menjadi oranye. Disampaikannya, penentuan kriteria ini langsung dari Kemenkes RI dan dievaluasi seminggu sekali. 

Ada 15 kriteria penilaian yang dilakukan sehingga Jepara saat ini dinyatakan masuk zona oranye. “Namun tidak menutup kemungkinan, jika masyarakat mengabaikan protokoler kesehatan akan bisa kembali ke zona merah,” kata dia.  

Beberapa yang dinilai yaitu epidemologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan. Total ada 15 indikator, antara lain penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir, jumlah meninggal dunia, jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit, kenaikan jumlah selesai pemantauan, laju insidensi kasus, hingga angka reproduksi efektif. 

Dijelaskan, awalnya Kabupaten Jepara masuk zona hijau sebelum puasa, kemudian berubah menjadi kuning (risiko sedang), dan merah pada bulan Juni dan Juli. Kemudian, pada bulan Juli dan Agustus ada perkembangan. “Penilaian tidak hanya berdasar angka kasus dan kematian. Namun beberapa faktor lainya,” kata dia.

Dari data perkembangan corona di Kabupaten Jepara, hingga saat ini ada 190 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Sebanyak 104 orang melakukan isolasi mandiri, 50 orang perawatan dalam daerah, dan 36 orang dari luar daerah. Pasien sembuh mencapai 968 orang, dan meninggal dunia 87 orang.

BERITA TERKAIT:
Gubernur Jateng Minta Pemerintah Daerah Tak Perlu Khawatir bila Kasus Corona Meningkat
Yulianto Benarkan Kasus Positif Corona di Jateng Meningkat karena Libur Panjang
Yulianto: Ada Perbedaan Data Pemprov Jateng dan Pusat soal Kasus Corona Aktif
Ganjar Bantah Angka Corona di Jateng Tertinggi Tingkat Nasional
Gegara Liburan, Kasus Corona di Kota Semarang Meningkat


tags: #corona #seputar jepara #bupati andi #zona merah #zona oranye

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI