Polres Boyolali menunjukkan empat tersangka kasus narkoba dan obat terlarang beserta barang buktinya, di Polres Boyolali, Jumat (14/8/2020).  Foto: Istimewa.

Polres Boyolali menunjukkan empat tersangka kasus narkoba dan obat terlarang beserta barang buktinya, di Polres Boyolali, Jumat (14/8/2020). Foto: Istimewa.

Nyambi Jual Obat Terlarang, Pedagang Sayur di Boyolali Diciduk Polisi

Kedua pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 05:26 WIB - Ragam
Penulis: red . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Boyolalai - Seorang pedagang sayur DN, 23, warga Dukuh Banjarsari, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali, Jawa Tengah ditangkap polisi karena ketahuan nyambi jualan obat terlarang. Selain DN, polisi juga menangkap RN, 29, laki-laki asal Tumang, Tegalrejo, Desa/Kecamatan Cepogo. Diketahui, RN juga seorang pedagang.

Keduanya ditangkap lantaran kedapatan memiliki pil trihexyphenidyl. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan 170 butir pil warna putih berlogo Y diduga trihexyphenidyl dan 220 butir tablet warga kuning berlogo mf dari DN. Sedangkan dari tangan RN, polisi mengamankan 5.000 butir tablet warna putih berlogo Y yang diduga mengandung trihexyphenidyl dan 200 butir tablet kuning berlogo Y  di wadah berbeda.

Selain mengamankan obat terlarang, polisi juga mengamankan satu sepeda motor Kawasaki Ninja dan satu HP. Para pelaku ditangkap di salah satu rumah indekos di Rejosari, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, pada 24 Juli 2020. Selain dua orang itu, Polres Boyolali juga menangkap dua orang lainnya terkait penyalahgunaan sabu-sabu. Mereka adalah TH, 46, laki-laki dari Sadon, Desa Sawahan, Ngemplak, dan ST, 56, laki-laki dari Meletan, Desa Sawahan, Ngemplak.

Tidak hanya itu, polisi Boyolali mengamankan barang bukti berupa 15 paket serbuk kristal yang diduga sabu-sabu. Para pelaku ditangkap pada 12 Agustus 2020 di Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Dijual Online.

Terkait kasus ini, Wakapolres Boyolali, Kompol Ferdy Kastalani, mengatakan penangkapan itu merupakan hasil kerja selama dua pekan oleh Satuan Reskrim Narkoba Polres Boyolali. "Kasus penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dengan tersangka TH dan ST, barang bukti sebanyak 16 paket sabu-sabu [7,2 gram]. Satu paket sudah terpakai, 15 paket masih dalam bentuk dikemas, masing-masing 0,5 gram. Disinyalir satu pemakai, satu pengedar," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Wakapolres Boyolali mengatakan obat trihexyphenidyl termasuk obat keras yang dapat menimbulkan halusinasi. "(Obat keras jenis trihexyphenidyl) Ini biasanya digunakan oleh remaja-remaja kita. Alhamdulillah bisa mengungkap kasus ini dengan tersangka salah satunya perempuan dengan inisial DN dan laki-laki inisial RN," ungkap Ferdy.

Para tersangka mengaku, pil tersebut didapatkan secara online dan akan dipasarkan juga secara online. Saat ini polisi masih mendalami kedua kasus tersebut. Salah satu tersangka, DN, mengaku mulai menjual obat jenis trihexyphenidyl tersebut sejak Bulan Puasa lalu. "Dapat barang secara online, dijual ke teman," ujar DN.

Kedua tersangka dijerat Pasal 197 subsidair Pasal 196 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 (1) KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.


tags: #boyolali #pedagang sayur #trihexyphenidyl

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI