Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Ganjar Kurang Sependapat Soal Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan di Kudus

Ganjar meminta Pemkab setempat agar berhati-hati dalam memberikan sanksi agar tidak menjadi klaster baru penularan corona. 

Kamis, 10 September 2020 | 08:54 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kurang sependapat dengan rencana adanya sanksi pelanggar protokol kesehatan di Kudus. Beberapa hari sebelumnya, PLT Bupati Kudus; HM Hartopo menyatakan, pihaknya akan menerapkan sanksi berupa memasukkan pelanggar ke keranda mayat dan ke ruang jenazah di sebuah rumah sakit. 

Ganjar meminta Pemkab setempat agar berhati-hati dalam memberikan sanksi agar tidak menjadi klaster baru penularan corona. 

"Mungkin ini tujuannya unik, dan membuat takut. Tapi pesan saya, itu harus diperhitungkan secara benar. Jangan sampai sanksi ini justru menjadi media penularan corona yang baru. Kalau satu keranda untuk satu orang, tidak apa-apa. Tapi kalau kerandanya untuk bergantian ini bahaya," ucap Ganjar, di Semarang, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, setiap pejabat pemerintah ingin membuat sesuatu yang unik untuk memberi efek jera dan menakutkan untuk memutus mata rantai corona. Namun bila tak hati-hati, bakal menimbulkan masalah baru pada kemudian hari

"Bisa saja misal, Kamar mayatnya itu simulasi sajalah,” sambungnya. 

Ganjar menyebut masih banyak hukuman yang lebih rasional yang bisa diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Seperti menyapu jalan dengan waktu yang lama, membersihkan tempat sampah yang sangat kotor sampai bersih dan lain-lain. 

Meski kurang sependapat, Ganjar mengapresiasi langkah Pemkab Kudus yang telah berusaha menekan penyebaran corona dengan memberikan hukuman. Ia mewanti-wanti agar hukuman yang diberikan bisa memberi rasa jera sekaligus aman. 

“Apalagi Kudus ini penambahannya lumayan banyak, jadi memang harus diperketat,” tandas Ganjar. 

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI