Ilustrasi Pertashop, Foto: Istimewa

Ilustrasi Pertashop, Foto: Istimewa

Jauh dari Pertamina, Desa di Blora Dirikan Pertashop

Program Pertashop 2020 adalah salah satu upaya meningkatkan pelayanan penyaluran energi untuk masyarakat.

Kamis, 10 September 2020 | 10:45 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho dengan OPD terkait mengikuti rapat koordinasi (rakor) virtual dengan Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian, Komisaris dan Dirut Pertamina, beberapa waktu lalu. Rakor ini membahas pelaksanaan program Pertashop tahun 2020.

Mendagri Tito mengungkapkan program Pertashop 2020 adalah salah satu upaya meningkatkan pelayanan penyaluran energi untuk masyarakat. Khususnya masyarakat pedesaan yang jauh dari SPBU.

“Kami menargetkan membangun 4.558 unit Pertamina Shop (Pertashop) di seluruh Indonesia tahun 2020. Oleh sebab itu, pemerintah daerah kami minta untuk mendukung percepatan implemantasi Pertashop di daerah untuk mewujudkan kemandirian desa,” ungkap Mendagri.

Hadirnya Pertashop, lanjut dia, diharapkan tidak hanya untuk mendekatkan layanan BBM dan elpiji kepada masyarakat. Tetapi juga mendorong inovasi desa melalui kemitraan serta turut berperan dalam meningkatkan kapasitas pemerintah desa.

“Jadi selain mendirikan Pertashop, desa nantinya juga bisa berinovasi ikut memasarkan potensi desanya. Pertashop ini merupakan SPBU mini yang resmi bekerja sama dengan Pertamina. Harga jualnya pun sama, dan akan rutin didistribusikan oleh tangki-tangki truk Pertamina,” imbuhnya.

Program ini, kata dia, sebenarnya telah dimulai pada Februari 2020 di Bali. Namun sempat ditunda karena ada pandemi Covid-19.

Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Condro Kirono dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan teknis pendaftaran dan pendirian Pertashop kepada seluruh peserta rakor virtual yang diikuti oleh seluruh kepala daerah se- Indonesia.

Di sisi lain, Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut positif dan meminta OPD terkait untuk meminta juknis pendirian Pertashop.

 “Program bagus ini. Desa-desa di Kecamatan yang belum ada SPBU-nya bisa mendirikan Pertashop ini. Seperti desa-desa di Bogorejo, Japah, Todanan, Banjarejo, Jiken, Kradenan. Petunjuk teknisnya tolong diminta, nanti disosialisasikan kepada para camat dan kades,” ungkap Bupati.

Ia meminta OPD terkait menggelar rapat dengan para camat dan kades guna menyosialisasikan program Pertashop ini.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI