Pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6, Foto: Istimewa

Pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6, Foto: Istimewa

Punya Sertifikat, Warga Jepara Gagal Rebut Lahannya dari PLTU

Majelis hakim menolak gugatan Suliyat.

Jumat, 11 September 2020 | 12:59 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Blora – Sidang gugatan sengketa lahan di proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6 berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jepara, Kamis (10/9). Usai sidang panjang berbulan-bulan, Suliyat (63) warga Desa Tubanan Jepara, gagal mendapatkan lahanya kembali.

Lahan warisan keluarga tersebut, kini berubah menjadi kawasan pembangkit PLTU Tanjung Jati B unit 5-6. Upayanya untuk mendapatkan lahannya pupus usai Majelis Hakim PN Jepara menolak gugatannya.

Majelis hakim pun menyampaikan alasan mereka memutuskan menolak permohonan gugatan tersebut. Di antaranya adalah objek sengketa yang dimaksudkan, saat ini sudah tidak ada lagi bentuk fisiknya. Kemudian dari masing-masing pihak tidak ada kesamaan dalam masalah ukuran lahan. Selanjutnya dalam proses persidangan, surat kuasa yang diberikan penggugat kepada tim pengacaranya dinilai cacat hukum.

Sementara itu, Suliyat selaku penggugat dalam kasus ini, melalui kuasa hukumnya Muyanto menyatakan sangat kecewa dengan putusan majelis hakim. Sebagai penggugat, pihaknya sudah menunjukan bukti-bukti sahih dan otentik atas lahan tersebut. Saat ini sertifikat Hak Milik (HM) atas lahan bernomor 353, juga masih ada dan dikuasai oleh Suliyat.

“Kami sudah berjuang maksimal. Bukti-bukti otentik sudah kami sampaikan. Namun memang lawan kami memang tidak main-main. Mereka adalah perusahaan PMA, dan sudah sejak awal kami wanti-wanti hal ini ke klien kami. Meski ada sertifikat HM, ternyata kami tetap saja kalah. PN Jepara tampaknya belum memihak orang-orang kecil,” ujar Mulyanto, Jumat (11/9).

Namun ia mengatakan pihak Suliyat masih akan terus mencoba mendapatkan hak atas lahan itu. Pihaknya akan mengajukan banding.

Dari sisi lain, dari pihak PN Jepara, Demi Hardiyantoro selaku Humas PN Jepara menyatakan pihaknya tidak bisa memberikan tanggapan lebih jauh terkait keputusan majelis hakim. Semua materi persidangan dapat dilihat dari unggahan website PN Jepara.

Sebelumnya diberitakan kasus sidang gugatan perdata atas sebidang tanah di dalam lingkungan proyek PLTU Tanjung melibatkan dua orang warga Desa Tubanan, yakni Suliyat (63) dan Susiati (52). Tanah seluas sekitar 1.370 meter persegi tersebut sebelumnya merupakan milik almarhumah Suri Djemadin, orang tua dari mereka.

Mereka mencoba mempertahankan hak atas warisan orang tuanya yang dijual oleh pihak lain untuk kepentingan proyek tersebut. Dua saudara ini menyampaikan gugatan kepada tiga pihak, masing-masing Tabri dan Tasri yang menjual tanah, dan PT Central Java Power (CJP) yang membeli tanah tersebut.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI