Wakapolres Grobogan Kompol Prayudha Widiatmoko (kiri) meminta keterangan dua pelaku pembacokan di depan Salon Moel Jalan R Soeprapto Purwodadi, Foto: Istimewa

Wakapolres Grobogan Kompol Prayudha Widiatmoko (kiri) meminta keterangan dua pelaku pembacokan di depan Salon Moel Jalan R Soeprapto Purwodadi, Foto: Istimewa

Dua Pelaku Pembacokan di Grobogan Ditangkap Polisi

Pelaku terancam dipenjara maksimal 10 tahun.

Sabtu, 12 September 2020 | 11:25 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Grobogan – Alek Badas Kurniawan (18) dibacok gara-gara melerai keribuatan di Jalan Wijaya Kusuma II, Jumat (6/9) pukul 01.30 WIB. Dua pelaku telah diringkus Polres Grobogan. Dua pelaku adalah Rahma Daning (18) warga Desa Kayen Kecamatan Kayen Pati dan Muhammad Alwi Rangga Saputra (18) warga Desa Selo Kecamatan Tawangharjo Grobogan.

Wakapolres Grobogan Kompol Prayudha Widiatmoko mengaku usai menerima laporan, pihkanya langsung mencari pelaku pembacokan.

”Kedua pelaku kami amankan saat di di warung makan Ketapang, Kelurahan Grobogan,” ungkapnya, Sabtu (12/9).

Barang  bukti yang berhasil diamankan, kata dia, adalah celana jeans korban yang ada noda darah, satu kaos berukuran L warna hitam, satu sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam nopol K-6141-SG, dan satu lembar kaos jemper warna abu-abu. Sementara barang bukti yang digunakan pelaku tidak ditemukan karena telah diibuang di daerah Ngabenrejo, Grobogan.

”Motif pembacokan dilakukan dua pelaku tak terima karena dikata-katai korban,” ujarnya.

Atas kejadian ini, pihaknya meminta warga untuk waspada jika keluar di malam hari dan di waktu sepi. Apabila ada permasalahan harus diselesaikan dengan baik dan angan tersulut emosi.

”Pelaku ini sudah tiga kali melakukan kejahatan. Tetapi baru saat ini kami amankan karena dulu masih di bawah umur. Dua pelaku tidak masuk genk kelompok. Hanya saja dia membawa celurit,” tukasnya.

Pelaku pembacokan Rahma Daning mengaku menyesal telah melakukan pembacokan. Ia mengaku membacok karena emosi.

”Saat itu, saya tidak terima diteriaki dan dikatain. Saya balik kanan dan langsung membacok,” ujar Daning yang mengaku langsung melarikan diri dan kembali nongkrong di warung.

Sementara itu, Rangga pelaku yang memboncengkan sepeda motor dan mempunyai celurit juga mengaku menyesal karena terpengaruh minuman. Pria dengan tato di lengan kanan dan kiri ini sebelumnya viral di medsos dengan membawa sajam menantang orang.

”Saya hanya iseng dan membuat konten. Saya menyesal asal membacok,” katanya yang mengaku istrinya sedang mengandung delapan bulan.

Pelaku melanggar pasal 351 jo 55 atau 56 KUH Pidana atau pasal 2 UU Darurat RI No.12 Tahun 1951 tentang penganiayaan. Pelaku akan dihukum penjara maksimal 10 tahun.

Pembacokan bermula saat korban sedang berboncengan dari depan salon Moel Jalan R Suprapto menuju Pasar Glendoh. Korban berkendara melawan arus untuk membeli es di depan Pasar Glendoh. Belum sempat menyeberang, korban melihat ada seseorang yang bertengkar di depan Pasar Glendoh.

Kemudian korban dan pelapor (teman korban) berhenti di bahu jalan sebelah timur. Selantnya korban turun dari motor dan menyeberang jalan hendak melerai. Saat di tengah jalan, korban ditemui pelaku Rahma Daning dan langsung dibacok di bagian perut. Pelaku membacok korban dengan celurit sepanjang lima sentimeter.

Korban pun pergi dan melarikan diri karena pelaku membawa celurit. Ia dilarikan ke RS Yakkum Purwodadi untuk mendapatkan tiga jahitan di perut sebelah kanan.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI