Kepala Polres Batang AKBP Edwin Louis Sengka didampingi Waka Polres Kompol Aria dan Kasatreskrim AKP Budi Santosa pada kegiatan Konferensi Pers pengunkapan kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil, Foto: Istimewa

Kepala Polres Batang AKBP Edwin Louis Sengka didampingi Waka Polres Kompol Aria dan Kasatreskrim AKP Budi Santosa pada kegiatan Konferensi Pers pengunkapan kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil, Foto: Istimewa

Dua Penipu Gadaikan 11 Mobil Sewaan, Catut Nama PLTU Batang

Pelaku mengaku akan menyewa mobilnya dengan harga sewa Rp4 juta per bulan.

Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Batang – Polres Batang Jawa Tengah mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil oleh dua tersangka Reno Khotib (27) dan Sucipto (39) sekaligus mengamankan 11 mobil dari beberapa merek.

Pelapor Sugiyo (42) warga Kecamatan Mandokan Kabupaten Sragen mengaku dirinya mengenal pelaku dari temannya yang ingin menyewa mobil miliknya untuk keperluan proyek di PLTU Batang.

"Pelaku akan menyewa mobilnya dengan janji sewa sebesar Rp4 juta per bulan. Namun, kami mulai curiga terhadap keberadaan mobilnya sehingga menelpon ke pihak PLTU tetapi ternyata tidak ada mobil yang dipinjam di proyek itu," ucapnya, Rabu (16/9).

Sementara itu, Kepala Polres Batang AKBP Edwin Louis Sengka di Batang, menyatakan kasus tersebut terungkap saat ada laporan dari kecurigaan beberapa pemilik mobil.

"Berdasar laporan itu, kami melakukan penyelidikan, penyidikan, serta menangkap para pelaku sekaligus mengamankan 11 kendaraan mobil," ujarnya.

Terkait modus yang dipakai pelaku, lanjut dia, tersangka Reno (27) datang ke ke rumah pelapor dengan menjanjikan membuat mobilnya dapat disewa untuk keperluan proyek PLTU.

"Modusnya, tersangka membujuk korban dengan iming-iming menyewa mobil dengan sewa Rp4 juta hingga Rp4,5 juta per bulan. Namun, ternyata mobil itu kemudian digadaikan sekitar Rp25 juta hingga Rp30 juta per unit," imbuh dia.

Dari menggadaikan 11 mobil tersebut, pelaku diduga meraup ratusan juta rupiah uang haram.
ia mengaku saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus, apakah masih ada pelaku lain atau tidak.

"Kita masih terus mengembangkan kasus itu. Kita pasti akan melakukan penindakan terhadap para pelaku. Akibat perbuatannya, tersangka akan kami kenai Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkasnya.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI