Pertamina Tanggapi Pernyataan Ahok Terkait "Aib" Direksi

Hal-hal yang bersifat corporate action dilakukan manajemen dalam rangka pertumbuhan perusahaan dan juga memastikan ketahanan energi nasional.

Rabu, 16 September 2020 | 14:23 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Pernyataan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait aib manajemen perseroan tersebut, ditanggapi oleh PT Pertamina (Persero). 

Menurut VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, pernyataan Ahok itu dihargai oleh pihaknya karena hal itu sejalan dengan program restrukturisasi Pertamina.

"Kami menghargai pernyataan Pak BTP sebagai Komut yang memang bertugas untuk pengawasan dan memberikan arahan. Hal ini juga sejalan dengan restrukturisasi Pertamina yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih cepat, lebih adaptif dan kompetitif," kata Fajriyah, Rabu (16/9/2020).

Pertamina dan beberapa anak perusahaan, kata Fajriyah telah menerapkan ISO 37001:2016 mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Perseroan pun, lanjut Fajriyah sudah menjalankan kerjasama dengan KPK dan dengan PPATK sejak 2018 sebagai komitmen perseroan untuk lebih transparan, dan memastikan semua sesuai dengan prosedur.

"Hal-hal yang bersifat corporate action dilakukan manajemen dalam rangka pertumbuhan perusahaan dan juga memastikan ketahanan energi nasional. Tentu saja pastinya akan mempertimbangkan internal resources dan dilakukan secara prudent dan profesional," ungkapnya.

Pertamina, menurutnya akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan komisaris serta stakeholder terkait. Hal itu dilakukan agar semua terinfokan dengan baik apa yang sedang dijalankan oleh Pertamina.

Ahok seperti diberitakan sebelumnya, mengunggah video di akun YouTube POIN pada Senin (14/9). Dalam video tersebut Ahok membuka borok direksi di Pertamina.

Ahok mengungkapkan dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina tidak mengetahui perubahan posisi direksi Pertamina. Pasalnya, dalam melakukan perubahan tersebut, direksi langsung melobi menteri.

"Ganti direktur bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah-marah juga. Direksi-direksi semua mainnya lobi ke menteri, karena yang menentukan itu menteri," kata Ahok.

Tidak cukup itu, Ahok juga mempermasalahkan pencopotan jabatan yang tidak disertai perubahan gaji dari karyawan. Dia memisalkan jabatan direktur utama anak perusahaan Pertamina dengan gaji Rp 100 juta lebih dicopot.

"Masa dicopot gaji masih sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Tapi mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp 75 juta. Dicopot, gak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih," ungkapnya.

Karena itu, Ahok mengakui ingin mengubah sistem itu di Pertamina. birokrasi soal pangkat juga akan dia potong. Nantinya, kata Ahok sistem pangkat akan melalui jalur lelang terbuka. 

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI