Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan masker kumisnya. Foto: Istimewa.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan masker kumisnya. Foto: Istimewa.

Dibanding PSBB, Rudy Lebih Pilih Terapkan Isolasi Wilayah di Solo, Ini Alasannya

Rudy menyebut PSBB di Solo mustahil dilakukan tanpa dukungan kabupaten di sekitarnya. Pasalnya, Solo merupakan pusat dari wilayah Soloraya.

Rabu, 16 September 2020 | 15:28 WIB - Ekonomi
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Solo - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo lebih memilih menerapkan isolasi wilayah mikro kecil daripada memberlakukan PSBB di Kota Solo, Jawa Tengah. Orang nomor satu di Pemerintahan Kota (Pemkot) Solo itu menilai kebijakan lockdown skala besar seperti PSBB sukar dilakukan.

Rudy, sapaan akrabnya, lebih tertarik menerapkan isolasi wilayah mikro kecil yang menyasar keluarga atau lingkungan terpapar Covid-19 di Solo. Pasalnya, langkah ini sudah pernah diterapkan di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kelurahan Nusukan dan Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari.

Isolasi yang menyasar ke sejumlah rumah hingga skala RT/RW itu terbukti efektif menekan persebaran Covid-19. Dalam pelaksanaannya, logistik warga yang menjalani isolasi ditanggung Pemkot Solo. "Logistik kami kirim karena warga tidak boleh keluar maupun masuk wilayah itu," tuturnya.

Selain itu, kebijakan tersebut juga sudah tertulis dalam Peraturan Walikota (Perwali) No.24/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada 7 September 2020.

Dalam Perwali tersebut, tepatnya pada pasal 10, disebutkan Pemkot Solo berhak melakukan isolasi wilayah dengan lingkup perumahan, rukun tetangga, rukun warga, kampung, kelurahan, dan kecamatan. Isolasi wilayah didasarkan pada hasil temuan kasus positif Covid-19 melalui penyelidikan epidemiologi dan/atau pengujian laboratorium.

Lebih lanjut, Rudy menyebut PSBB di Solo mustahil dilakukan tanpa dukungan kabupaten di sekitarnya. Pasalnya, Solo merupakan pusat dari wilayah Soloraya.

"Solo ini tidak bisa lockdown PSBB seperti yang diterapkan Jakarta, tanpa dukungan kabupaten sekitar. Karena kan (eks-Karesidenan Surakarta), sentralnya di Solo," paparnya, Selasa (15/9/2020).

Ia mengaku enggan menerapkan lockdown ala PSBB di Solo lantaran berpotensi mengganggu roda perekonomian masyarakat. Mengingat, roda perekonomian di Solo selama pandemi terus bergerak. Perputaran tersebut ditopang sebagian besar dari sektor pasar dan ekonomi kecil.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI