Dua manusia silver saat menjalani sanksi sosial di Markas Satpol PP Kota Semarang, Senin (21/9/2020).

Dua manusia silver saat menjalani sanksi sosial di Markas Satpol PP Kota Semarang, Senin (21/9/2020).

Bandel Kembali Beroperasi dan Tak Pakai Masker, Manusia Silver Akan Jalani Tes Swab

"Jangan sampai mereka jadi sumber penularan. Karena mereka tidak tahu masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) atau tidak," jelas Fajar.

Rabu, 23 September 2020 | 10:15 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Satpol PP Kota Semarang kembali merazia para pengamen dengan modus "Manusia Silver", pada Senin dan Selasa (21 dan 22/9/2020). Manusia silver yang terjaring itu semuanya diketahui tak pakai masker, padahal saat ini Indonesia termasuk Kota Semarang sedang pandemi corona.

Dari Informasi yang dihimpun KUASAKATACOM di Satpol PP Kota Semarang, pada hari Senin ada tiga manusia silver yang tertangkap. Mereka ditangkap di sekitar wilayah Jrakah, Kecamatan Tugu.

Sementara pada hari Selasa, hanya ada dua orang manusia silver yang tertangkap. Hasil itu didapatkan dari razia di Jalan Arteri Yos Sudarso dan Jalan Pemuda.

Mereka yang terjaring razia selanjutnya dibawa ke Markas Satpol PP untuk menjalani hukuman sanksi sosial dan mandi membersihkan diri dari cat yang menempel di tubuh.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, bahwa razia itu dalam rangka menjaga ketertiban Kota Semarang. Razia itu didasari peraturan daerah (perda) Kota Semarang no 5 tahun 2014. Selain itu juga karena manusia silver itu merupakan pemain lama.

"Mereka ini sudah reinkarnasi. Tadinya pakai mengamen. Nah sekarang ini mereka pakai modus manusia silver itu," kata Fajar, saat dihubungi KuasaKatacom, melalui WhatsApp, Selasa Malam.

Selain karena aturan Perda, razia itu juga karena faktor kesehatan. Menurut Fajar, cat warna silver yang dipakai itu tidak semestinya menempel di sekujur tubuh. Cat itu semestinya ditujukan untuk kayu, besi dan lain-lain.

"Secara medis, kami juga kasihan ke mereka. Panas panas kok pakai cat silver. Kan gak pas," sambungnya.

Saat razia itu, sejumlah petugas pun sempat kejar-kejaran dengan manusia silver. Beberapa diantaranya berhasil melarikan diri dan ada pula yang tertangkap.

Fajar menambahkan, razia itu juga demi kenyamanan warga saat berkendara di jalan raya.

Ketika disinggung soal semua manusia silver tak pakai masker saat menjalankan aksi, Fajar membenarkan hal itu. Ia menyesalkan aksi manusia silver yang tak patuh protokol kesehatan. Pasalnya, dikhawatirkan bisa saja menjadi sumber penularan corona.

"Jangan sampai mereka jadi sumber penularan. Karena mereka tidak tahu masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) atau tidak," jelas Fajar.

Fajar menegaskan, tak menutup kemungkinan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan rapid test ataupun tes Swab bagi manusia silver yang kembali tertangkap di kemudian hari dan tak pakai masker.

"Nanti kita akan minta bantuan dari Dinas Kesehatan Kota untuk lakukan test Swab kepada yang bersangkutan," tandasnya.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI