Predator anak asal Kedawung, Indrawan diamankan polisi. Foto: Istimewa.

Predator anak asal Kedawung, Indrawan diamankan polisi. Foto: Istimewa.

Perkosa Tiga Anak di Bawah Umur, Pemuda Asal Sragen Ini Dibekuk Polisi

Sehari-hari, pelaku merupakan seorang buruh harian lepas.

Kamis, 24 September 2020 | 05:32 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Sragen - Seorang pelaku pemerkosaan atas tiga gadis di bawah umur, Indrawan, 20, asal Dusun Kalidoro, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen, Jawa Tengah, dibekuk polisi setempat. Penangkapan tersebut dilakukan usai kakak dari salah satu korban melapor.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyampaikan, pelaku ditangkap  setelah mendapat laporan dari keluarga korban. ”Pencabulan anak di bawah umur, ini TKP di kuburan China. Pelaku memfitnah korban bahwa dia dapat foto, akan menyebarkan foto tidak pantas milik korban,” jelasnya, Rabu (23/9).

Pelaku nekat rudapaksa koban lantaran tidak bisa mengendalikan nafsu syahwatnya. Bahkan, pelaku setidaknya sudah melakukan aksi bejat tersebut terhadap tiga gadis berusia di bawah 17 tahun yang menjadi korbannya

Dalam melancarkan niat jahatnya, pelaku mengajak korban yang masih berusia 15 tahun itu keluar dengan dalih akan mengecek, apakah korban masih perawan atau tidak. Saat itu, pelaku mengaku telah mendapat foto tanpa busana sang korban. Dengan modus tersebut, pelaku mengancam korban akan menyebarkan foto tersebut.

Setelah melakukan beragam tipu muslihat, pelaku akhirnya berhasil mengajak salah satu korbannya ke kuburan China, Gunung Banyak, Kecamatan Tangen, Senin (21/9) pukul 14.00 WIB.

Sesampai di lokasi yang sepi itu, korban sempat dicekik bahkan diancam akan dibunuh hingga korban pun menuruti nafsu bejat palaku. Korban dipaksa melepas celana bahkan hingga dipaksa melakukan hubungan layaknya suami istri

Saat pelaku melakukan aksinya, korban sempat berusaha berteriak minta tolong namun tidak ada yang mendengar. Usai melakukan hal itu, pelaku lantas mengantar korban pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Tanon.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, ternyata tak hanya sekali itu saja pelaku beraksi. ”Saat ini yang melapor sudah tiga orang, dengan usia 15-16 tahun, masih usia sekolah,” bebernya.

”Pengembangan yang kami lakukan, masih ada korban yang lain, juga di bawah umur. Ini adalah predator anak-anak,” ungkap AKBP Raphael.

Sementara itu, Pelaku mengaku di hadapan polisi sudah tiga kali melakukan hal serupa. ”Kenal lewat WA (WhatsApp), saya ajak ketemuan. Ketika saya ajak begituan (hubungan badan) mereka berontak, tapi tetap dipaksa. Kalau melawan, saya ancam viralin foto di Facebook-nya,” aku pelaku.

Sehari-hari, pelaku merupakan seorang buruh harian lepas. Namun, punya fantasi seksual yang liar.  Lebih lanjut pelaku mengaku, dalam menggaet korban, ia berburu melalui media sosial. Sejauh ini, pelaku bekerja sendirian. Dia menganalisa dan mengambil foto korban untuk mengancam.

Bahkan pelaku mengaku selalu beraksi pada siang hari di kuburan China. Sebelum beraksi, Indrawan mengonsumsi minuman bersoda dicampur bensin agar mabuk.

Akibat perbuatan bejatnya, pelaku terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal 81 ayat subsider pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76 huruf e Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI