Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Istimewa.

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Istimewa.

Bukannya Ditolong, Gadis Pingsan di Tepi Sungai Ini Malah Diperkosa oleh Lima Pria hingga Akhirnya Tewas

Korban saat itu pergi ke sungai karena diduga depresi akibat permasalahan rumah tangga.

Minggu, 27 September 2020 | 09:56 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Lahat - Seorang gadis, AM (26) tewas usai menjadi korban rudapaksa dan pembunuhan. Mayat korban ditemukan di pinggir Sungai Betung, Desa Talang Tangsi, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut berjumlah lima orang. Baru tertangkap tiga, sementara dua lainnya masih buron.

Terkait kasus tersebut, Satreskrim Polres Lahat menangkap tiga orang pelaku. Mereka adalah  Tanhar (43), Mirzal Hadi (31) dan Fikri (23). Sementara, dua pelaku lagi inisial AE dan BB saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono menjelaskan, sebenarnya kasus tersebut terjadi pada 17 Agustus 2020 lalu. Yang mana ditemukan sesosok mayat perempuan yang terbujur kaku di tepi sungai.

Petugas pun terus melakukan penyelididkan, hingga akhirnya petugas mendapatkan bukti baru bahwa korban sempat mengalami rudapaksa sebelum akhirnya meninggal.

"Lima pelaku ini awalnya melihat korban pingsan di pinggir sungai. Karena saat itu busana korban minim, para pelaku akhirnya merudapaksa korban," kata Gusti saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9/2020).

Berdasarkan keterangan pelaku, AKBP Gusti menjelaskan setelah pelaku merudapaksa korban, para pelaku ini bermaksud hendak meletakkan lagi posisi AM di atas batu.

Akan tetapi, tubuh korban justru terjatuh dan terbentur bebatuan hingga menyebabkan AM tewas. "Karena ketakutan, pelaku ini meninggalkan korban sampai akhirnya AM tewas," ungkapnya.

Sampai saat ini, petugas masih akan melakukan pengembangan dengan meminta keterangan para pelaku. "Dua lagi masih DPO, para pelaku ini dikenai pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, ancaman hukuman seuumur hidup," imbuh AKBP Gusti.

Sementara itu, pihak keluarga korban menerangkan bahwa korban saat itu pergi ke sungai karena diduga depresi akibat permasalahan rumah tangga.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI