Ilustrasi demo daging anjing. Foto: Istimewa.

Ilustrasi demo daging anjing. Foto: Istimewa.

Meski Dilarang, Dua Warung Daging Anjing di Karanganyar Nekat Buka

Juliyatmono mempersilahkan masyarakat melapor jika mendapati ada warung kuliner daging anjing yang masih nekat buka.

Senin, 28 September 2020 | 21:35 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Karanganyar - Sejumlah warung penjual kuliner ekstrim masih nekat buka meski dilarang. Padahal, dalam Peraturan Bupati (Perbup) Karanganyar No 74/2019 dengan tegas menyebutkan larangan konsumsi hewan nonpangan seperti daging anjing.

Perbup yang diresmikan tahun lalu ini berujung pada penutupan sejumlah warung olahan daging anjing di Kabupaten Karanganyar. Tercatat, dinas terkait mendata ada 53 warung yang menjajakan daging nonkonsumsi itu. Data tersebut diambil pada akhir Juni 2019.

Sejumlah warung yang ditutup itu diberikan dana insentif dari Pemkab sebesar Rp 5 juta sebagai modal ganti usaha. Meski begitu, para pelaku usaha tersebut mengaku mereka mengalami penurunan omset, bahkan ada dari mereka yang berganti-ganti usaha selama setahun ini.

Kendati demikian, masih ada aduan yang menyebut ada dua warung di wilayah Kecamatan Gondangrejo yang kedapatan masih menjual daging anjing yang mana dalam Perbup tersebut melarang setiap orang atau kelompok melakukan usaha penjualan/pemotongan daging baik mentah atau olahan dari hewan nonpangan untuk dikonsumsi.

Menindak lanjuti aduan laporan tersebut, Bupati segera mengirimkan Satpol PP Karanganyar ke warung yang menjual daging olahan anjing tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mereka yang nekat berjualan olahan anjing karena mengaku tidak termasuk pelaku usaha yang menerima insentif modal ganti usaha tersebut.

Bahkan ada yang nekat berjualan dengan alasan hak asasi manusia, padahal banner di warungnya sudah disita petugas. Dari dua pemilik warung yang nekat menjual olahan daging anjing itu, petugas mendapat informasi pedagang kuliner daging anjing ternyata memiliki komunitas.

Hingga saat ini, Satpol PP Karanganyar masih menyelidiki komunitas pemilik warung penjual daging anjing tersebut.  “Ini kan tidak bisa kalau ditangani Satpol PP sendiri. Harus ada tim. Dari tingkat RT hingga dinas terkait di tingkat kabupaten. Kalau lingkungan merespons, saya kok yakin mereka tidak akan nekat berjualan. Butuh sinergi,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mempersilahkan masyarakat melapor jika mendapati ada warung kuliner daging anjing yang masih nekat buka. Ia menegaskan pasti akan ditindak lanjuti.

Sebagai informasi, Perbup ini dibuat karena adanya laporan dari komunitas pecinta hewan peliharaan, diantaranya komunitas Animal Friends Yogyakarta, dan Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) yang saat itu menemui Bupati Karanganyar, Juliyatmono, 2019 silam.

Selain itu, berdasarkan Undang Undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 1 Ayat (1) mengatakan bahwa anijing bukan termasuk dalam makanan konsumsi karena bukan dari sumber hayati produk peternakan, kehutanan atau jenis lainnya.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI