Ilustrasi

Ilustrasi

Di Jawa Terdapat 25 Daerah Rawan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Empat wilayah rawan di Jawa Tengah dari Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Wonogiri.

Senin, 28 September 2020 | 19:10 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- 25 wilayah di Pulau Jawa yang rawan terkena bencana gempa bumi dan tsunami (tsunamigenik), hal itu berdasarkan catatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 

Ke- 25 wilayah berpotensi bencana tersebut terbagi dalam 5 provinsi yakni, 4 di Banten, 5 di Jawa Barat, 9 di Jawa Timur, 4 di Jawa Tengah, dan 3 di Provinsi DIY Yogyakarta.

Seluruh wilayah tersebut tercantum dalam Katalog Gempa Bumi Merusak tahun 1612-2014 (edisi kelima) yang ditulis oleh Supatoyo, Surono, dan Eka Tofani Putranto. Dalam katalog tersebut, ditulis penulis sejumlah fakta terkait sumber gempa dan sejumlah wilayah rawan bencana.

Empat wilayah rawan gempa dan tsunami berada di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Di Jawa Barat terdapat lima sebaran wilayah meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan di Jawa tengah ada empat wilayah rawan di Jawa Tengah dari Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Wonogiri. Selanjutnya DIY Yogyakarta, ada tiga kabupaten yakni di Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul.

Daerah paling banyak rawan gempa bumi dan tsunami di Jawa berada di Provinsi Jawa Timur, di wilayah ini ada delapan sebaran wilayah yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Menurut Kassubag Mitigasi Gempa Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Akhmad Solihin, wilayah rawan gempa bumi dan tsunami dalam katalog yang dibuat PVMBG berdasarkan pada sejarah kejadiannya.

"Kejadian gempa bumi di suatu tempat itu berulang, artinya jika suatu daerah pernah terlanda gempa bumi besar, maka suatu saat akan mengalami kembali. Namun waktunya kapan belum tahu," terangnya.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI