Wakil Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu, Jazilul Fawaid.

Wakil Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu, Jazilul Fawaid.

Jazilul Minta Presiden Segera Tentukan Nama Sekjen KPU

Presiden biasanya bertindak cepat, atau jangan-jangan usulan nama- namanya belum sampai dimeja kerjanya atau tidak ada 'sense of krisis' aparat dibawahnya.

Senin, 28 September 2020 | 20:25 WIB - Politik
Penulis: Arya Jkt . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Wakil Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu, Jazilul Fawaid turut angkat bicara terkait posisi Sekertaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang sudah lama kosong. Momentum Pilkada 2020 menurutnya, posisi Sekjen di KPU sangat dibutuhkan.

Pasalnya, sudah lebih dari dua bulan sejak selesai seleksi oleh Pansel, namun Presiden Joko Widodo belum mengambil keputusan. Padahal Pilkada serentak 2020 tetap akan berjalan sesuai jadwal, meski di tengah kondisi pandemi.

"Sudah saatnya Sekjen KPU ditetapkan karena kebutuhan dan urgensi yang begitu mendesak," ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, Senin (28/9/2020) di Jakarta.

Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan, Presiden Jokowi harus segera menetapkan satu nama, dari tiga nama yang sudah diusulkan Panitia Seleksi Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (Pansel Sekjen KPU RI).

"Pansel Sekjen KPU RI sudah menyerahkan 3 nama calon pada tanggal 24 Juli 2020 lalu. Presiden harus segera menetapkan Sekjen KPU definitif," tandasnya.

"Memasuki masa Pilkada ditengah Pandemi Covid-19 ini, semestinya kinerja jajaran KPU dari pusat sampai kabupaten sudah siap sedia untuk bekerja keras," tambahnya.

Pria asal Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur itu juga merasa aneh, jika posisi Sekjen KPU malah ditunda, sampai berbulan bulan. "Presiden biasanya bertindak cepat, atau jangan-jangan usulan nama- namanya belum sampai dimeja kerjanya atau tidak ada 'sense of krisis' aparat dibawahnya," tukasnya.

Karena waktu sudah mepet kata Gus Jazil, jika tiga nama yang diajukan ada masalah, dirinya usul segera diganti nama baru yang lebih baik. "Jika tidak, saya kuatir kenerja KPU kurang maksimal dan tidak siap melaksanakan pilkada 9 Desember," urainya. 

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI