Wakil Gubernur Jateng; Taj Yasin Maimoen

Wakil Gubernur Jateng; Taj Yasin Maimoen

Wagub Jateng: Para Santri yang Terpapar Corona Tidak Langsung Dipulangkan, Bahaya!

Pria yang akrab disapa Gus Yasien itu menjelaskan, kalau para santri tak serta merta langsung dipulangkan ke daerah masing masing dengan pertimbangan agar tidak menularkan virus ke daerah asal.

Selasa, 29 September 2020 | 08:47 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam waktu dekat ini bakal mengevaluasi sistem di beberapa pondok pesantren  di Jateng yang baru-baru ini menjadi klaster penularan corona. Meski akan mengevaluasi, Pemprov tidak akan begitu saja memulangkan para santri ke daerah asal.

"Kemarin sudah dilaporkan ke kami. Akan kami evalusi. Tentu kegiatan pendidikannya kita hentikan dulu. Kita tutup ponpesnya. Tapi para santri tidak langsung kita pulangkan," kata Wakil Gubernur Jateng; Taj Yasin Maimoen, saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (28/9/2020) siang.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menjelaskan, kalau para santri tak serta merta langsung dipulangkan ke daerah masing masing dengan pertimbangan agar tidak menularkan virus ke daerah asal.

"Nanti kalau pulang ke daerah asal, nanti penyebarannya ke daerah masing masing malah bahaya itu," sambungnya.

Ia membeberkan, di Jateng klaster Corona dari ponpes ada sekitar tiga atau empat tempat. Ketika ditanya soal jumlah santri yang terpapar corona, Gus Yasin belum bersedia membeberkan.

"Ada datanya kok siapa aja yang terpapar," jelas Gus Yasin

Gus Yasin memaparkan, dalam waktu dekat, nantinya tim dari Pemprov akan mendatangi ponpes yang jadi klaster untuk mengetahui kegiatan ponpes, proses evaluasi, kondisi para santri dan proses karantina.

Diberitakan sebelumnya, beberapa ponpes di Jateng menjadi klaster penularan corona. Diantaranya yaitu di Kebumen dan Banyumas.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI