Bupati Pemalang Dr Junaedi, SH MM, Foto: Istimewa

Bupati Pemalang Dr Junaedi, SH MM, Foto: Istimewa


Pemalang Rehabilitasi TK Bhayangkari

Bupati Junaedi: Dukungan Pemkab agar Polri Sokong Pendidikan di Pemalang

Progam ini meliputi pengembangan fisik dan non fisik agar tumbuh kembang anak sehat, kuat, cerdas, ceria, dan berbudi luhur.

Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:36 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Pemalang - Bupati Pemalang Dr Junaedi, SH MM menjelaskan Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) merupakan program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat pada tahun 2009. Progam dilakukan berdasarkan pemahaman untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling berkait secara simultan dan sistematis.

“Meliputi berbagai aspek pengembangan fisik dan non fisik, agar anak dapat tumbuh kembang sebagai anak yang sehat, kuat, cerdas, ceria dan berbudi luhur,” katanya, menyambut proses rehabilitasi gedung Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari 24 Comal Polres Pemalang, Selasa (6/10).

Sebagaimana diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang masih dalam proses merehabilitasi gedung Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari 24 Comal Polres Pemalang. Kegiatan rehabilitasi dimulai pada Selasa (6/10) ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Pemalang AKBP Rony Tri Prasetyo Nugroho dan Kepala Dindikbud Mualip. 

''Rehabilitasi TK Bhayangkari ini,'' kata Junaedi, ''Sebagai salah satu dukungan agar PolriI dapat ikut menyokong pendidikan di Indonesia, khususnya Kabupaten Pemalang.''

Pada kesempatan itu Junaedi juga menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun ke-75 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sehari sebelumnya, Senin (5/10), Junaedi pun mengikuti upacara Peringatan HUT TNI ke-75 secara virtual  bersama Dandim 0711/Pemalang, Letkol Irvan Christian Tarigan dan Forkompimda di salah satu ruangan yang ada di Makodim Pemalang.

“Terima kasih dan apresiasi yang setinggi–tingginya kepada seluruh TNI yang sudah bekerjasama dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pemalang AKBP Rony Tri Prasetyo Nugroho mengungkapkan kegiatan rehabilitasi gedung TK Kemala Bhayangkari 24 Comal akan meningkatkan kualitas. Baik dalam mendidik anak maupun pendidiknya.

"Kami berharap ke depan akan mempunyai kualitas yang dapat menjadi hal unggul dan menjadikan lembaga ini dapat berkompetisi," ujar Kapolres.

Ia mengaku pihaknya siap membantu di bidang pendidikan agar semuanya bisa sesuai harapan. Sehingga anak didik di TK Kemala Bhayangkari dengan adanya rehabilitasi ini kelak dapat belajar dengan lebih nyaman menjadi generasi yang berkualitas.

"Kami memgucapkan terima kasih atas bantuan rehabilitasi ini," imbuh Kapolres.

Kemudian, ia juga memaparkan konsultan rehabilitasi gedung yang lokasi dananya dari APBD mencapai lebih kurang Rp300 juta tersebut. Beberapa pekerjaan antara lain peninggian dinding dan atap atap menggunakan baja ringan kemudian dijelaskan adanya penambahan ruang baru.

Di sisi lain, Kepala Dindikbud menyatakan hal ini sebagai upaya untuk pemenuhan perbaikan pada standar sarana dan prasarana layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Fasilitas gedung dan sarana bermain anak mendukung penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif," ungkap Mualip.

Rehabilitasi gedung TK Kemala Bhayangkari, kata dia, berdasarkan Permendikbud nomor 137/2014 tentang Standar Nasional PAUD sebagai dasar kriteria tentang pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu, Mualip meminta semua layanan mampu meningkatkan perbaikan pada pemenuhan delapan Standar Nasional PAUD yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemkab Pemalang Belum Bisa Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kegiatan belajar mengajar tatap muka terutama untuk PAUD belum bisa dilaksanakan. Pasalnya, Kabupaten Pemalang sedang dalam masa tanggap darurat corona. Bupati Pemalang Junaedi menekankan hal ini menyusul surat edaran dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

“Kebijakan itu dilakukan untuk mengantipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Pasalnya saat ini Pemalang masih berstatus tanggap darurat. Pemalang masih dalam status tanggap darurat bencana nonalam, Covid-19," bebernya.

Lebih lanjut, ia menambahkan ada penembahan kasus Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Per Senin ada penambahan 50 orang positif corona. Sedangkan lima orang di antaranya meninggal dunia. Terdiri atas 30 orang laki-laki dan 20 orang perempuan, yang berasal dari, Kecamatan Pemalang 15 orang (3 orang wafat), dan Kecamatan Taman 15 orang (2 orang wafat).

Kemudian Kecamatan Petarukan 2 orang, Kecamatan Comal 1 orang, Kecamatan Ulujami 3 orang, Kecamatan Bantarbolang 2 orang, Kecamatan Randudongkal 2 orang, Kecamatan Warungpring, 4 orang, Kecamatan Ampelgading, 3 orang, Kecamatan Pulosari 1 orang, Kecamatan Belik 1 orang dan 1 orang dari luar Kabupaten Pemalang.

Selanjutnya, kata dia, terdapat 11 orang yang telah dinyatakan sembuh atau selesai pengawasan dan perawatan. Terdiri atas 4 orang laki laki dan 7 orang perempuan, yang berasal dari, Kecamatan Pemalang 3 orang, Kecamatan Taman 3 orang, Kecamatan Ulujami 2 orang, Kecamatan Pulosari 1 orang, dan Kecamatan Randudongkal 2 orang,

Karena perkembangan penemuan kasus baru terkonfirmasi positip Covid-19 yang mengalami kenaikan secara signifikan. Berdasarkan hasil rapat koordinasi Gugus Tugas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tanggal 28 September, Bupati Pemalang telah menerbitkan Surat Edaran No 443.1 /2899/ Tahun 2020 Tentang Penutupan Sementara Usaha Karaoke, Cafe, Billyar dan Panti Pijat Di Kabupaten Pemalang.
 
“Penutupan sementara ini selama 14 hari berlaku mulai 1 Oktober 2020 sampai dengan 14 Oktober 2020. Gugus Tugas berharap semua pihak dapat memahami keadaan ini termasuk para pengusaha bidang usaha ini,” paparnya.

Untuk itu, lanjut dia, Gugus Tugas juga terus melanjutkan upaya pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan baik melalui operasi yustisi maupun patroli gabungan yang dilaksanakan secara sinergis antara jajaran Pemda Kabupaten  Pemalang, Polres Pemalang dan Kodim 0711 Pemalang.
Pemkab Sosialaisasikan Perbup No 45 Tahun 2020

Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pemalang, sebenarnya Pemkab telah melakukan monitoring evaluasi (Monev) dan sosialisasi peraturan bupati (Perbup) nomor 45tahun 2020 tentang Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. 

Maka, Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang selaku Koordinator bersama Dindikbud, Dinas Pariwisata, Dinperindag, Satpol PP, Kodim 0711/ Pemalang, dan Diskominfo Kabupaten Pemalang, hari ini Rabu melakukan pemantauan di sejumlah sekolah.

Bupati Pemalang Junaedi mengatakan Perbup No 45 tahun 2020 sudah di sosialisasikan kepada guru, staf, dan karyawan. 

“Harus ada fasilitas seperti tempat cuci tangan, tanda jaga jarak dan lain lain. Sedangkan proses belajar mengajar masih menganuti himbauan dari satuan gugus tugas percepatan penanggulangan  Covid-19 Kabupaten Pemalang, yakni melakukan proses belajar mengajar melalui daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ungkapnya.

Pemkab Pemalang Tetap Adakan Program PTSL

Meski di tengah pandemi, Pemkab pemalang tetap mengadakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pembuatan sertifikat tanah ini adalah program yang ditungg–tunggu oleh masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Pemalang Junaedi dalam kegiatan penyerahan sertifikat program PTSL di Balai Desa Kalimas Kecamatan Randudongkal, Selasa (29/9).

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan program yang paling ditunggu–tunggu masyarakat karena dengan memegang sertifikat masyarakat memiliki bukti kepemilikan tanah secara legal,” ujarnya.

Usai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima, Bupati Pemalang Junaedi mengatakan, program ini merupakan program nasional dari Presiden Jokowi, dengan dibantu oleh Menteri ATR/ BPN kemudian di sinkronkan dengan pemerintah daerah.

Adapun Desa yang menerima sertifikat sebanyak lima desa, terdiri dari Desa Kalimas sebanyak 2.549 sertifikat, Desa Kalitorong 1.087, Desa Kecepit 634, Desa Mangli 1.865 dan Desa Mejagong  sebanyak 411 sertifikat.

Sementara itu, Kepala BPN Pemalang Jaja Yudhafraja berharap masyarakat yang sudah menerima sertifikat agar senantiasa menjaga sertifikatnya dengan baik. Karena apabila sertifikat rusak atau hilang sangat mahal biayanya. Pihaknya juga berharap kepada penerima sertifikat harus bersyukur. 

“Kelola tanah dengan baik jangan sampai hilang karena kalau mau membuat sertifikat yang baru, harus mempublikasikan di surat kabar selama satu bulan, dengan biaya ditanggung sendiri belum lagi bayar bayar pajaknya dan lain lainnya,” tutupnya. (Advetorial Diskominfo Pemalang)


tags: #junaedi #rehabilitasi gedung sekolah #bupati pemalang #tk bhayangkari

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI