Ilustrasi tewas tersetrum. Foto: Istimewa.

Ilustrasi tewas tersetrum. Foto: Istimewa.

Seorang Pria Asal Klaten Tewas Tersengat Listrik, Ini Kronologinya!

Diduga korban terpeleset lantas bagian pipi korban menyentuh kabel jaringan listrik PLN.

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:14 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Klaten- Sunardi alias Didik warga Nglengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa tengah, tewas tersengat listrik, Sabtu (10/10/2020) sekira pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, korban berniat membetulkan aliran listrik yang voltasenya turun (drop) dirumah Ibu Samiyem yang beralamat di Dukuh Tugu Sari RT 03 RW 06, Desa Tugu, Kecamatan Cawas. Saat itulah, korban diduga terpeleset hingga tersengat aliran listrik.

Terkait hal tersebut, Kasubag Humas Polres Klaten, Iptu Nahrowi membenarkan adanya kejadian tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

BERITA TERKAIT:
Tersengat Listrik saat PKL, Kedua Tangan Pelajar SMK di Klaten Diamputasi
Aset Kasus Korupsi Asabri Terdeteksi hingga Klaten, Tersebar di Enam Kecamatan
Kerangka Manusia Ditemukan di TGP Sleman, Ini Kata Polisi
Tangis Korban Penculikan Asal Klaten Pecah Saat Dijemput Sang Ibu
Polisi Buru Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Klaten
Berhasil Terapkan PPKM Mikro, Desa Kemudo Klaten Layak Jadi Desa Percontohan
Dipicu Salah Faham, Dua Kelompok di Klaten Terlibat Bentrok

Hal senada disampaikan Kepala Desa Nanggulan, Surata. Ia menyebut bahwa warganya yang bernama Sunardi (51) meninggal dunia karena tersengat listrik. ”Ini murni kecelakaan kerja, karena tersengat aliran listrik. Rencananya nanti pemakaman dilaksanakan pukul 16.00 WIB,” jelas Surata.

Sementara itu Pemilik rumah, Samiyem (70) memaparkan kronologi sebelum insiden tersebut terjadi. Saat itu, listrik dirumahnya mengalami penurunan tegangan (drop), sehingga saat menyalakan kulkas, semua lampu dirumahnya nyalanya redup.

Berawal dari situ, Sumiyem meminta tetangganya, Cahyo untuk mencarikan teknisi untuk membetulkannya. Lantas Cahyo memanggil Sunardi (Didik) yang berprofesi sebagai bengkel elektronik.

“Saat mengecek kondisi kulkas dan jaringan listrik didalam rumah, mas Didik bilang kalau ini yang bermasalah ada pada sambungan kabel yang diatas atap,” tutur Samiyem, Sabtu (10/10/2020).

Lantaran sudah menjadi profesinya, Sunardi pun naik ke atas atap dengan bantuan tangga bambu. Namun saat Samiyem membuatkan minum untuk Sunardi, tiba-tiba Cahyo teriak.

“Cahyo sudah berteriak kalau mas Didik tersetrum listrik, seketika itu juga warga disini langsung berlarian kesini, lantas ada yang melapor ke polsek dan PLN. Kejadian sekira pukul 10.00 WIB, ” papar Samiyem.

Berdasarkan keterangan saksi mata yang melihat langsung kejadian, jelas Samiyem, diduga korban terpeleset lantas bagian pipi korban menyentuh kabel jaringan listrik PLN.

“Saat memanjat ke atas atap, korban tidak memakai sandal, kata saudaranya yang menunggu dibawah korban kemungkinan terpeleset dan menyentuh kabel listrik,” ungkapnya.

Setelah korban dievakuasi pihak kepolisian dan PLN lantas dilakukan visum. Berdasarkan visum dari dokter, korban meninggal karena tersengat listrik.

“Tadi dilakukan visum diteras masjid oleh dokter, dokter mengatakan korban meninggal karena tersengat listrik,” pungkas Samiyem.


tags: #klaten #tersengat listrik #tewas #pln

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI