Wakil Ketua Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti SS, MM (ketiga dari kanan) saat foto bersama dengan pengisi acara kegiatan Bimtek yang diadakan Kemenparekraf dan DPR RI, di Hotel Santika Premier, Semarang. Minggu (11/10/2020)

Wakil Ketua Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti SS, MM (ketiga dari kanan) saat foto bersama dengan pengisi acara kegiatan Bimtek yang diadakan Kemenparekraf dan DPR RI, di Hotel Santika Premier, Semarang. Minggu (11/10/2020)

Agustina Wilujeng: Promosi Wisata Butuh Pemberitaan Media Secara Masif

Selain membudayakan protokol kesehatan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif harus mulai gencar melakukan promosi pariwisata ke media.

Minggu, 11 Oktober 2020 | 16:45 WIB - Didaktika
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Protokol kesehatan (prokes) yang digaungkan oleh pemerintah, diharapkan kedepan menjadi budaya baru khususnya untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Ir Rizky Handayani, MBTM.

"Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, dengan dijadikannya protokol kesehatan sebagai budaya, sehingga nanti setelah pandemi ini berakhir penerapan protokol kesehatan tersebut terus dilakukan oleh masyarakat sehingga akan menguntungkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sendiri" Kata Rizky.

Rizky menyampaikan hal itu secara daring di kegiatan yang diadakan Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama DPR RI dengan tema Bimbingan Teknik (Bimtek) Produk Wisata Alam, Budaya, Buatan dan implementasi penerapan protokol Cleanlines, Health, Safety, Environtmental Sustainability (CHSE) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Santika Premier, Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hadir dalam acara itu Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM, Direktorat Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf Ni Komang Ayu Astiti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, Ketua IJTI Jawa Tengah DR Teguh Hadi Prayitno, Pemimpin Redaksi Wawasan Muhammad Aulia Assyahidin, SS, dan Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi.

Sedangkan menurut Agustina Wilujeng Pramestuti selain membudayakan protokol kesehatan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif harus mulai gencar melakukan promosi pariwisata ke media. "Kita ini sekarang berada di era digital, sehingga kalau mau berhasil, produk yang kita miliki harus di promosikan lewat media digital," kata Agustina.

Sehingga menurut Agustina persepsi di media itu sangat bagus untuk menunjang tempat- tempat wisata. "Sebuah kegiatan bisa tidak menjadi penting kalau tidak ada pemberitaan yang masif, membantu narasinya lah yang paling penting dalam membentuk persepasi. Tanpa disiarkan oleh media baik media mainstream maupun media komunitas persepsi itu tidak akan tersampaikan," terang Agustina.

Sehingga adanya Bimtek dengan peserta milenial tersebut, kata Agustina, membuat para remaja sadar betapa pentingnya peran media di era digital seperti sekarang ini. "Bimtek kali ini, lebih berat dibandingkan dengan Bimtek sebelumnya. angkatan pertama itu didik untuk menjadi koresponden, angkatan kedua cyber room belajar membuat menjadi viral atau buzzer. Sedangkan Bimtek kali ini belajar menjadi admin, admin mendukung kinerja koresponden dan cyber room. Tidak mudah menjadi seorang admin," ungkapnya.

Yang menarik saat Agustina menerangkan tentang arti pentingnya promosi produk, ia meminta seorang peserta laki- laki dan perempuan untuk maju ke depan untuk memberikan contoh cara menawarkan produk.

Bimtek tersebut rencananya dilakukan selama dua hari yakni hari ini (11/10) dan Senin besok (12/10) bertempat di Cafe Warga Lokal, Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang.


tags: #dpr #kemenparekraf #agustina wilujeng #milenial #bimtek

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI