Tiga pelaku penipuan di Klaten. Foto: Istimewa.

Tiga pelaku penipuan di Klaten. Foto: Istimewa.

Komplotan Penipu di Klaten Gasak Uang Korban di ATM Rp 60 Juta, Ini Modusnya!

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengaku sebagai pegawai BUMN.

Rabu, 14 Oktober 2020 | 05:28 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Klaten - Komplotan penipu yang sudah menguras uang nasabah salah satu bank di Klaten, Jawa Tengah akhirnya dibekuk polisi. Penipu yang berjumlah tiga orang tersebut mengelabuhi korbannya dengan modus berpura-pura sebagai pegawai BUMN.

Terkait kasus tersebut, Kanit Resmob Satreskrim Polres , Ipda Ngurah Made Pandu Prabawa mengatakan bahwa modus para pelaku yaitu dengan menemui nasabah yang menarik uang di bank. Saat bertemu korban, salah satu pelaku mengaku pegawai BUMN sedang bagi-bagi uang program corporate social responsibility (CSR).

"Korban ditunjukkan uang cash Rp 2 juta lalu datang teman pelaku pura-pura mendukung. Kata pelaku CSR akan ditransfer," jelasnya.

Ipda Pandu menjelaskan, korban yang hanya membawa buku tabungan diminta membuat ATM dan PIN yang ditentukan oleh pelaku. Setelah ATM jadi, korban lalu diajak pergi oleh pelaku.

"Dibawa pergi bapak itu (korban) dari bank dengan mobil dan di jalan ATM-nya diminta dengan pura-pura akan dilihat. Saat itulah ATM korban ditukar dengan ATM palsu," ujarnya.

Pandu menambahkan, usai ATM korban ditukar, pelaku kemudian menurunkan korban dari mobil dan tabungannya dikuras. Korban sadar uang tabungannya dikuras saat akan mengambil uang. "Sebenarnya ini mungkin bukan gendam tapi penipuan, tapi dibuat seperti drama sehingga korban terlena," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan, pelaku menerapkan modus berpura-pura sebagai pegawai BUMN yang akan membagikan uang program CSR untuk diberikan ke yayasan atau ke anak yatim piatu melalui korban.

AKP Andriansyah memaparkan, para korban diminta pelaku untuk membuat ATM baru untuk menampung uang transferan CSR abal-abal tadi. "ATM korban ditukar ATM palsu milik pelaku. Akhirnya uang yang berada di tabungan korban diambil oleh para pelaku," ungkapnya.

Ia menyebut salah satu korban berinisial HS (54) warga Kecamatan Wedi, Klaten. AKP Andriansyah menuturkan, HS menyadari dirinya menjadi korban penipuan pada hari Kamis (1/10) pukul 08.30 WIB. Saat itu HS usai dari bank. "Kerugian sekitar Rp 60 juta. Kasusnya dilaporkan ke Polres," bebernya.

"Jumat, 9 Oktober 2020 sekira pukul 20.00 WIB tim Resmob mendapat informasi para pelaku berada Kabupaten Pati. Kemudian tim Resmob melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tiga pelaku yang ditangkap yakni LU (56) warga Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat; ES (60) warga Palmerah, Jakarta Pusat dan AS (48) warga Kota Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah barang bukti seperti kartu ATM disita dari tangan pelaku.

"Barang bukti satu ATM milik pelaku yang diberikan kepada korban, ATM milik korban, mobil, dan beberapa ponsel. Para pelaku masih dimintai keterangan," pungkasnya.


tags: #komplotan penipu #modus berpura-pura sebagai pegawai bumn #corporate social responsibility

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI