Sebagian pedagang di Stasiun Klaten datangi kantor DPRD, Jumat (16/10), Foto: Istimewa

Sebagian pedagang di Stasiun Klaten datangi kantor DPRD, Jumat (16/10), Foto: Istimewa

Datangi DPRD, Pedagang di Stasiun Klaten Curhat Terkait Pengosongan Lahan

Lahan yang disewa pedagang rencananya digunakan untuk perluasan fasilitas parkir dan lainnya.

Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:33 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Klaten - Perwakilan pedagang yang biasa berjualan di sekitar Stasiun Klaten mendatangi DPRD Kabupaten Klaten, Jumat (16/10). Mereka curhat terkait surat dari PT KAI yang akan mengosongkan lahan yang mereka sewa.

"Kita ingin ketemu DPRD berkaitan ada surat PT KAI yang dilayangkan ke kami tentang pengosongan lapak atau kios. Batas waktu cuma 31 Oktober," ujar salah seorang pedagang Lilik Tri Jatmiko usai audiensi di DPRD Klaten.

Ia menambahkan, 20 pedagang yang datang ke DPRD Klaten hari ini adalah perwakilan dari Paguyuban Perkiosan Stasiun Klaten (Pakistalen). "Kita sewa per tahun ada yang Rp1,5 juta sampai Rp4 juta. Kita sudah lama menempati lahan bahkan sudah ada yang 30 tahun dan digunakan turun-temurun," imbuhnya.

Lahan tersebut, kata dia, telah menjadi tempat mata pencaharian warga sejak lama. Namun tiba-tiba ada permintaan pengosongan dan pindah. "Tiba-tiba diminta pindah. Tidak ada sosialisasi sebelumnya dan alasannya untuk perluasan tiket," ujarnya.

"Di masa pandemi ini mestinya masalah tiket bisa online jangan memindah pedagang. Kalau kita harus pindah waktunya jangan mepet dan harus melihat sisi kemanusiaan," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Klaten Eko Prasetyo yang menemui pedagang mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan semua anggota DPRD secara kelembagaan. Selain itu dengan PT KAI terkait aduan para pedagang.

"Kita akan koordinasi dengan PT KAI, terutama untuk jangka waktu pengosongan. Apakah nanti PT KAI akan diundang atau DPRD akan ke kantor PT KAI itu belum dipastikan," bebernya.

Di sisi lain, Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto menjelaskan lahan yang disewa pedagang rencananya digunakan untuk perluasan fasilitas parkir dan lainnya. hal ini untuk menunjang persiapan operasional Kereta Rel Listrik (KRL).

Ia melanjutkan, KRL akan berhenti di Stasiun Klaten, Srowot, dan Delanggu. Sehingga diprediksi ada peningkatan aktivitas warga di sekitar stasiun kecil.

"Peningkatan kegiatan masyarakat itu harus ditunjang fasilitas. Mohon masyarakat memahami ini demi kemajuan bersama untuk kepentingan bangsa dan negara," tukasnya.

KRL, kata dia, akan diujicobakan bulan November 2020. Di tahap awal baru akan dioperasikan pada rute Yogyakarta-Klaten.

"Nanti rute Yogyakarta-Klaten dulu, setelah itu baru sampai Solo. Jadi sebenarnya masyarakat Klaten diuntungkan karena berada di tengah," pungkasnya.


tags: #pedagang di stasiun klaten #mendatangi dprd #curhat terkait pengosongan lahan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI