Alun-Alun Giri Krida Bakti. Foto: Istimewa.

Alun-Alun Giri Krida Bakti. Foto: Istimewa.

Alun-Alun Wonogiri Segera Dibuka, PKL Harus Tes Swab Dulu

Pembukaan Alun-Alun Giri Krida Bakti masih menunggu hasil tes swab PKL.

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 15:40 WIB - Kesehatan
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Wonogiri - Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Jawa Tengah, bakal segera dibuka umum termasuk untuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Sebelum dibuka, semua PKL harus jalani tes swab guna memastikan semuanya bebas Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan bahwa tes swab itu merupakan wujud komitmen pemkab dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Wonogiri. Sebelumnya pemkab bersama tim Satgas Covid-19 sudah melakukan pendekatan bersama paguyuban pedagang.

Edy menegaskan, hanya pedagang yang negatif Covid-19 yang diizinkan berdagang di alun-alun. Selain itu, mereka juga harus disiplin protokol kesehatan dan menjadi contoh publik. Selain itu, pengawasan protokol kesehatan PKL di alun-alun juga bakal diawasi Satgas Covid-19 dibantu tim pemantau dari pihak PKL.

"Mereka (paguyuban PKL) membuat delapan sektor pemantauan. Kami juga bangun kebersamaan. Nantinya apabila terjadi dampak yang tidak diinginkan, sudah ada data yang kami pegang. Siapa yang berjualan, spot-spot-nya di mana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Giri Krida Bakti, Supriono mengatakan, anggotanya yang belum dites swab sebanyak 43 pedagang, sedangkan 67 pedagang lainnya sudah jalani tes swab.

Supriono menyebut, tes swab tersebut nantinya sebagai salah satu syarat bagi PKL sebelum berjualan lagi di alun-alun. “Tergantung kami, kalau syaratnya bisa kami penuhi, (lapak di alun-alun) bisa dibuka lagi. Kalau kami tidak bisa menjalankan (protokol kesehatan), ya belum bisa dibuka," tuturnya.

Supriono mejelaskan, sebagian PKL nantinya dipersilahkan berdagang selama sepekan, kemudian libur selama dua pekan. “Kalau buka gantian dua hari sekali, bisa ada yang tidak kebagian malam Minggu. Padahal yang  paling ramai kan saat itu," jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Wahyu Widayati menambahkan, hasil rapat bersama Satgas Covid-19 dan paguyuban PKL, jumlah pedagang di alun-alun bakal dibatasi. Maksimal hanya 30 persen dengan waktu berdagang bergantian sesuai jadwal yang diatur paguyuban.

Wahyu menyampaikan, untuk saat ini, wahana permainan anak belum diizinkan beroperasi. Hal tersebut dikhawatirkan terjadi penularan Covid-19 lewat alat permainan yang dipegang banyak anak. Aturannya memang banyak. Yang jelas, itu adalah wujud penerapan protokol kesehatan.

"Kami akan melakukan pengukuran (jarak lapak) terlebih dahulu. Jam buka juga diatur. Ini demi PKL dan masyarakat. Kami sarankan, ketika membeli makanan di sana (alun-alun), dibungkus saja biar tidak berkerumun,” paparnya.

Wahyu mesih belum bisa memastikan kapan Alun-Alun Giri Krida Bakti akan dibuka. Ia mengaku sempat ada rencana dibuka pada akhir pekan ini. Namun, masih menunggu hasil swab PKL keluar.


tags: #alun-alun giri krida bakti #pkl harus jalani tes swab #paguyuban pkl alun-alun giri krida bakti

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI