Ilustrasi kampaye

Ilustrasi kampaye

Belasan Pelanggaran Protokol Kesehatan Kampanye Terjadi di Beberapa Wilayah di Jateng

"Wilayah Pelanggaran protokol kesehatannya terdiri dari Purbalingga 5 kali, Kabupaten Klaten 4 kali, Kabupaten Pekalongan 4 kali, Kota Pekalongan 1 kali, Kabupaten Demak 1 kali, dan Kabupaten Wonosobo 1 kali," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggara

Jumat, 23 Oktober 2020 | 10:41 WIB - Politik
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mencatat, sejak dimulainya masa kampanye calon pasangan telah terjadi 16 kali pelanggaran pemilu terkait penerapan protokol kesehatan. Jumlah itu terangkum mulai dari 26 September hingga 22 oktober dan tersebar di enam wilayah. 

"Wilayah Pelanggaran protokol kesehatannya terdiri dari Purbalingga 5 kali, Kabupaten Klaten 4 kali, Kabupaten Pekalongan 4 kali, Kota Pekalongan 1 kali, Kabupaten Demak 1 kali, dan Kabupaten Wonosobo 1 kali," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran pada Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih, Jumat (23/10/2020). 

Sri menambahkan pelanggaran protokol kesehatan pada masa kampanye itu, terdiri dari 15 kasus pelanggaran protokol kesehatan karena peserta kampanye lebih dari 50 orang dan 1 kasus pelanggaran protokol kesehatan karena melibatkan anak-anak di lokasi kampanye.

Dari 16 kasus pelanggaran itu, Bawaslu di masing-masing Kabupaten/Kota di Jateng sudah melakukan penanganan. 

"14 kasus sudah kami beri surat peringatan, 1 kasus mendapat himbauan lisan, dan 1 kasus menjadi temuan dugaan pelanggaran," tegasnya. 

Ia menuturkan, Saat terjadi pelanggaran, Jajaran Bawaslu di Jawa Tengah telah memberikan surat peringatan kepada tim kampanye atau tim pelaksana kampanye. Setelah diberi surat peringatan, mereka menghentikan kampanye atau membubarkan diri. 

"Misal Jika mereka tidak membubarkan diri/ menghentikan kampanye, maka Bawaslu memiliki kewenangan untuk membubarkan dan/ atau menghentikan kampanye tersebut," imbuh dia. 

Sri pun menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan kampanye hingga 5 Desember mendatang, termasuk mencegah adanya potensi pelanggaran. Sebab hal itu telah diatur pada pasal 58 Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2020. Ia meminta masyarakat turut berpartisipasi aktif mengawasi kampanye

"Bawaslu juga berharap masyarakat ikut terlibat aktif mengawal dan mengawasi pelaksanaan pilkada 2020," tandas Sri. 
 

BERITA TERKAIT:
Pasca Istirahat, Calon Walikota Semarang Kembali Kampanye Secara Virtual 
Hendi Terbaring di RS, Tim Pemenangan Tetap Fokus Jalankan Kampanye
Sedang Pandemi, di Jateng Tercatat Ada Ribuan Kali Kampanye Paslon Secara Tatap Muka
Dalam Waktu Sebulan, Ada Lima Sengketa Kampanye di Jateng
Belasan Pelanggaran Protokol Kesehatan Kampanye Terjadi di Beberapa Wilayah di Jateng


tags: #kampanye #bawaslu jawa tengah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI