Terimbas Pandemi, Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawannya

Keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh di tengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini.

Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:32 WIB - Ekonomi
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Setelah dirumahkan tanpa gaji sejak Mei 2020 lalu, akhirnya sekitar 700 pekerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diputus kontrak

"Sehubungan dengan informasi mengenai pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Garuda Indonesia terhadap sejumlah karyawan, perlu kiranya kami sampaikan bahwa pada dasarnya kebijakan yang diberlakukan adalah penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam rilis resminya, Selasa (27/10/2020).

Kebijakan putus kontrak tersebut bakal diberlakukan mulai 1 November 2020 mendatang.

BERITA TERKAIT:
Rayakan HUT ke-72, Garuda Indonesia Beri Diskon 'Cinta Indonesia'
15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba di Indonesia
Garuda Indonesia Jadi Salah Satu Maskapai Terbaik dalam Penerapan Prokes
Prasetio Gantikan Fuad Rizal, Sebagai Direktur Keuangan Garuda Indonesia
FAA Cabut Larangan Terbang Pesawat B737 MAX
Mulai 6 November, Garuda Indonesia Mulai Buka Rute Solo- Denpasar
Terimbas Pandemi, Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawannya

Garuda melakukan pemutusan kontrak pada ratusan karyawannya karena mereka telah lama terimbas turunnya permintaan layanan penerbangan karena adanya pandemi COVID-19.

Walau para karyawan itu diputus kontrak, namun Irfan memastikan pihaknya akan tetap memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan.

"Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi COVID-19," imbuhnyanya.

Irfan mengatakan sejak awal, maskapainya selalu mengedepankan kepentingan karyawan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, emiten berkode saham GIAA ini, lanjutnya, masih terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja perusahaan demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia.

"Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh di tengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini. Kami turut menyampaikan rasa terima kasih kepada karyawan yang terdampak kebijakan ini, atas dedikasi dan kontribusinya yang telah diberikan terhadap perusahaan hingga saat ini," ungkapnya.

Irfan melanjutkan pandemi ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan. Buktinya sampai saat ini kondisi perusahaan belum juga menunjukkan perbaikan yang signifikan.

"Namun kami yakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan kami lakukan ke depan, dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang," tutupnya.


tags: #garuda indonesia #pandemi #putus kontrak

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI