Bupati Batang, Jawa Tengah Wihaji bersama Ketua Tim Penggetak PKK Kabupaten Batang Ny Uni Kuslantasih Wihaji mengunjungi rumah perajin masker Tri Amalia Lestari di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Foto: Istimewa

Bupati Batang, Jawa Tengah Wihaji bersama Ketua Tim Penggetak PKK Kabupaten Batang Ny Uni Kuslantasih Wihaji mengunjungi rumah perajin masker Tri Amalia Lestari di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Foto: Istimewa

Masker Buatan Warga Batang Tembus Pasar Malaysia

Bisnis ini bermula dari bermula dari sekadar menyalurkan hobi kerajinan tangan.

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:06 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Batang - Masker buatan warga Kabupaten Batang Jawa Tengah Tri Amalia Lestari menembus pasar Malaysia dengan omzet mencapai Rp3 juta per bulan.

Tri Amalia Lestari menyatakan bahwa inisiatif pembuatan masker bermula dari sekadar menyalurkan hobi kerajinan tangan dan melihat peluang kebutuhan masyarakat menggunakan masker.

"Berawal dari situ (melihat peluang usaha) saya mencoba membuat masker kelas premium dengan ditambah pernak-pernik agar diminati pembeli," ungkapnya, Rabu (28/10).

Ia menambahkan, kerajinan tangan berupa masker yang dibuat dirinya dipasarkan melalui media sosial (medsos).

Agar unik, kata dia, dirinya sengaja menambah pernak-pernik di atas bordiran kain tiga lapis dari bahan katun toyobo dan brukat tanpa harus mengurangi fungsi utama untuk mencegah penularan COVID-19.

"Kami sengaja memproduksi masker dengan berbagai macam varian agar diminati konsumen tanpa menghilangkan fungsi utamanya untuk mencegah penularan COVID-19," katanya.

Ia mengatakan kreatifitas membuat masker dengan ditambah pernak-pernik seperti pin, renda, payet, dan pita yang disulam di atas bordiran kain motif bunga ini ternyata banyak diminati konsumen lokal hingga mancanegara.

"Untuk ekspor awalnya juga dari teman yang melihat postingan kemudian suka dan minat, itu orang Malaysia. Kemudian, dia minta contoh, dari situ permintaan masker terus bertambah bahkan hingga beberapa wilayah kota Malaysia seperti Sabah, Kualumpur, dan Kucing," bebernya.

Lebih lanjut, Warga asal Kecamatan Wonotunggal ini menyebut harga produk masker dibandrol Rp30 ribu hingga seratusan ribu, berergantung jenis variasinya.

"Ada sekitar 30 varian masker, namun yang paling diminati konsumen adalah masker hijab, masker pengantin, dan masker merah putih," pungkasnya.

BERITA TERKAIT:
Masker Buatan Warga Batang Tembus Pasar Malaysia


tags: #masker buatan warga kabupaten batang #tri amalia lestari #menembus pasar malaysia

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI