Ilustrasi

Ilustrasi

Satu Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kebumen

Akibat jebonya tanggul tersebut membuat 995 warga di 6 RT mengungsi ke SD Madureja.

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:10 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Kebumen- Sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengalami bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Teguh Kristiyanto.

Teguh mengatakan sejak Senin (26/10/2020) hingga Selasa (27/10/2020) tercatat 45 desa di 14 Kecamatan terdampak banjir. Kecamatan itu antara lain di Kecamatan Prembun Alian, Kebumen, Karanganyar, Adimulyo, Puring, Sempor, Pejagoan, rowokele, Gombong, Kutowinangun, Petanahan, Ambal dan Sruweng. 

"Curah hujan tinggi mengakibatkan debit air sungai meluap dan tanggul sungai jebol," ucap Teguh, Rabu (28/10/2020). 

Tidak hanya itu, menurut Teguh tanah longsor juga dilaporkan di 31 desa yang tersebar di 12 kecamatan sejak Minggu (25/10/2020) hingga Selasa (27/10/2020). 

Wilayah yang dilaporkan mengalami tanah longsor itu Kecamatan Karangsembung, Pejagoan, Rowokele, Sempor, Kebumen, Karanganyar, Karanggayam, Sruweng, Alian, Padureo, Poncowarno, dan Ayah. 

"bencana banjir dan tanah longsor mengakibatkan satu orang meninggal dunia karena hanyut di Desa Menganti, Kecamatan Sruweng dan tiga orang luka karena rumah rusak, ketiganya sudah sehat," kata Teguh. 

Senin (26/10/2020) lalu, Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, meninjau lokasi tanggul sungai yang jebol di Desa Madureja, Kecamatan Puring. 

Akibat jebonya tanggul tersebut membuat 995 warga di 6 RT mengungsi ke SD Madureja. Selain itu, 300 kepala keluarga (KK) di Desa Sidobunder juga diungsikan ke rumah panggung karena terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai tersebut.

Tanggul yang jebol itu dipastikan akan diperbaiki Yazid, sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas seperti semula. "Kita akan langsung tangani bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Secepatnya," ucap Yazid dalam keterangan tertulisnya. 

Warga diminta Yazid tetap waspada, mengingat saat ini curah hujan tinggi masih bisa terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen. "Bantuan-bantuan juga sudah kita salurkan kepada masyarakat. Baik yang terkena banjir maupun longsor," lanjutnya.
 

BERITA TERKAIT:
Sejumlah Wilayah Pegunungan Tengah di Jateng Berpotensi Longsor
Banjir dan Tanah Longsor Jadi Ancaman Saat Musim Hujan di Kota Semarang
Satu Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kebumen
17 Kecamatan di Brebes Rawan Banjir dan Longsor
Basarnas Semarang Antisipasi Dampak Bencana Alam di Beberapa Daerah Akibat La Nina


tags: #tanah longsor #sejumlah wilayah di kabupaten kebumen, jawa tengah #bencana banjir

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI