Sejumlah Pengamat Asing, Samakan Pilpres AS dengan Indonesia 2019

Tapi Biden tidak akan menyentuh rekor suara terbanyak dalam pemilihan presiden sedunia, yang diraih oleh Presiden Jokowi di Indonesia tahun lalu: 85.607.362.

Kamis, 05 November 2020 | 13:10 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Sejumlah Pengamat Asing hingga wartawan internasional mengatakan pemilihan presiden yang terjadi di Amerika Serikat saat ini mirip dengan Pilpres di Indonesia tahun 2019 lalu. Dalam pilpres AS, Presiden Donald Trump bersaing ketat dengan Joe Biden.

Miripnya Pilpres AS dengan yang terjadi di Indonesia satu tahun lalu itu pertama kali disampaikan oleh Kepala Biro Washington untuk ABC Australia, David Lipson. "Merasa seperti politik Indonesia sekarang," tulis David Lipson di akun Twitternya, Rabu (4/11/2020).

BERITA TERKAIT:
Sejumlah Pengamat Asing, Samakan Pilpres AS dengan Indonesia 2019

Tak berselang lama cuitan Lipson itu ditanggapi Ross Tapsell. Taspell pun menyebut bahwa situasi yang terjadi di Amerika Serikat ini belum begitu mirip, hal itu akan menjadi mirip jika Trump diangkat menjadi Menteri Pertahanan. "Benar. Tapi itu bukan politik Indonesia yang sebenarnya kecuali Trump akhirnya menjadi Menteri Pertahanan Biden," tulis Taspell.

Taspell sendiri tercatat sebagai pengajar senior di College of Asia and the Pacific, The Australian National University. Taspell juga terlibat dalam Indonesia Project di ANU dan situs berita/analisis New Mandala. 

Selain itu Taspell juga merupakan dewan redaktur jurnal Asiascape: Digital Asia.

Tidak hanya kedua orang tersebut, namun ada juga Direktur Proyek Asia Tenggara lembaga thinktank asal Australia, Lowy Institute, Aaron Connelly. Connelly dalam cuitannya di akunnya. 

"Tapi Biden tidak akan menyentuh rekor suara terbanyak dalam pemilihan presiden sedunia, yang diraih oleh Presiden Jokowi di Indonesia tahun lalu: 85.607.362," ucap Connelly dalam cuitannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Trump juga sempat mengklaim menang dalam pemilihan presiden AS 2020. Klaim itu diucapkan, sebelum penghitungan suara belum selesai. Tidak hanya itu, Trump juga mengungkapkan akan pergi ke Mahkamah Agung untuk menghentikan penghitungan surat suara via pos yang masih belum selesai.

"Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan negara kita," klaim Trump dalam pidatonya di Gedung Putih seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2020).

***

tags: #sejumlah pengamat asing #samakan pilpres as dengan indonesia 2019 #amerika serikat #trump #biden

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI