Relawan Lawan Covid-19 Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari, Purbalingga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga tidak mampu. (Foto: KUASAKATACOM)

Relawan Lawan Covid-19 Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari, Purbalingga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga tidak mampu. (Foto: KUASAKATACOM)

Relawan Desa Lawan Covid-19, Jogo Tonggo Ala Desa Karangtalun

Meskipun tergolong tanahnya subur, namun warga masyarakat Desa Karangtalun ternyata banyak yang kerja di tanah rantau, hampir 30 persen dari jumlah penduduk.

Jumat, 06 November 2020 | 10:38 WIB - Kesehatan
Penulis: MS Hutomo . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Purbalingga- Hampir setiap menit mata  Rugi Priyanto (34) tak lepas dari telepon genggamnya. Warga RT 02 RW 05 Desa KarangTalun, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, selalu memeriksa pesan masuk melalui whatsapp (WA). Pasalnya kerap ada pertanyaan dari warga, terutama terkait pandemi Covid-19 dan berbagai persoalannya.

Rugi merupakan salah satu warga yang masuk menjadi Relawan Desa Lawan Covid-19. Beranggotakan 15 orang yang anggotanya terdiri dari jajaran pemerintahan desa, anggota Badan Perwakilan Desa (BPD), tokoh masyarakat, petugas kesehatan hingga Babinkabtibmas dan Babinsa, Relawan tersebut dibentuk melalui Peraturan Kepala Desa Nomor 1 Tahun 2020. "Kami mulai menjalankan tugas kami setelah peraturan tersebut ditetapkan 27 Maret 2020," katanya, Rabu (3/11) lalu.

BERITA TERKAIT:
Sambangi Warga di Pos Kamling, Gubernur Jateng Tekankan Kembali Fungsi Siskamling dan Jogo Tonggo
Gubernur Luthfi Aktifkan Lagi Sistem Jogo Tonggo dan Siskamling di Jateng
D3 Manajemen UNDIP Kampus Rembang Dorong Mahasiswa Bangun Local Pride
Gus Yasin Sebut Kearifan Lokal Modal Dasar untuk Hidup di Era Globalisasi
Cegah Omicron Meningkat, Gus Yasin Perintahkan Warga Aktifkan Kembali Program Jogo Tonggo

Rugi menyampaikan tugas dari relawan sangat kompleks. Terutama terkait upaya preventif dan juga sosialisasi informasi mengenai pandemi Covid-19. Dia yang bertugas di bagian pengaduan masyarakat dan humas relawan tersebut sering mendapatkan berbagai pertanyaan dari warga.

"Warga banyak bertanya soal Covid-19. Kadang mereka bertanya lewat pesan di telepon genggam, menelpon langsung, bahkan ada yang langsung datang ke rumah saya. Sebisa mungkin saya jawab. Tujuannya agar warga paham tentang Covid-19," tuturnya.

Warga lainnya, Eko Saroyo (35) mengakui pandemi Covid-19 membuat warga desanya panik. Apalagi berbagai informasi berseliweran melalui media sosial dan media informasi lain. Oleh karena itu warga RT 01 RW 03 yang juga ditugasi sebagai koordinator warga di Dusun I tersebut mencoba memberikan pemahaman dan berbagai informasi yang benar.

"Tugas utama kami memang mengedukasi warga serta mensosialisasikan tahapan preventif dan juga penanganan Covid-19. Sehingga minimal warga bisa paham dan melakukan upaya preventif mulai dari lingkungan keluarga mereka," ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Karangtalun Heru Catur Wibowo menjelaskan sejak pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Purbalingga, dia langsung mengambil kebijakan cepat. Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dia langsung menetapkan desanya sebagai Desa Tanggap Covid-19. "Tujuannya satu agar tidak terjadi pandemi Covid-19 di desa kami. Selain itu juga agar warga paham upaya pencegahannya," paparnya.

Penetapan desanya sebagai desa tanggap Covid juga masuk dalam Peraturan Kepala Desa Nomor 1 Tahun 2020. Termasuk di dalamnya membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Sebelum relawan menjalankan tugas, pihaknya terlebih dahulu melakukan pembekalan kepada para anggota relawan.

Heru secara panjang lebar menjelaskan mengenai tugas Relawan Desa Melawan Covid-19. Secara garis besar terdapat delapan tugas. Masing-masing melakukan edukasi, mendata penduduk rentan sakit, mengidentifikasi fasilitas desa yang bisa menjadi ruang isolasi dan melakukan penyemprotan disinfektan serta tempat cuci tangan.

Seorang relawan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan (Foto: KUASAKATACOM).

Selanjutnya adalah menyediakan alat kesehatan untuk deteksi dini Covid-19, menyediakan informasi penting terkait penanganan Covid-19, melakukan pemantauan pergerakan masyarakat serta memastikan tidak ada warga yang melakukan kegiatan berkumpul atau berkerumun.

Langkah pertama dari relawan tersebut setelah dibentuk adalah melakukan karantina mandiri bagi warga seluruh desa selama dua bulan penuh. "Saat itu kami menutup desa kami dari pendatang. Karena saat pandemi kita memasuki musim mudik lebaran. Orang yang keluar masuk desa kami diperiksa secara ketat. Ini kami lakukan agar tidak ada warga yang tertular virus Covid-19," tegasnya.

Guna membantu warga yang tidak bisa bekerja selama masa karantina tersebut, pihaknya mengalokasikan dana desa sebesa Rp24.301.500. Dana tersebut menurut Heru sangat minim. Namun dia merasa bersyukur karena warga ikut bergotong-royong membantu. "Warga banyak yang memberikan sumbangan. Selain untuk Satgas Lawan Covid-19, juga untuk membantu sesama warga selama masa karantina," ungkapnya.

Gotong royong warga dan dari sejumlah donator mampu mengumpulkan dana sebesar Rp20.055.000, beras 1 ton dan 350 paket sembako. Sumbangan tersebut dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Pihaknya juga menerapkan laporan berjenjang kondisi wilayah selama masa karantina hingga saat ini.

"Semua terkait kondisi warga dilaporkan. Itu dilakukan dari tingkat RT, RW desa hingga kecamatan. Mulai dari kondisi warga di seluruh wilayah desa, warga yang pulang dari perantauan hingga warga yang sakit. Dengan demikian semua bisa terpantau," ujarnya.

Heru menjelaskan penduduk desanya terdiri dari laki laki sebanyak 1.999 dan wanita 2.016 orang. Total jumlah penduduk sebanyak 4015 jiwa.  Desa KarangTalun terdiri dari tiga dusun dan empat dukuh. Masing-masing Dusun 2 Sikadut, Dusun 2 Karangklesem, Dusun 3 Karangtalun, Dukuh Bak, Dukuh Baru, Dukuh Pamujan, dan Dukuh Nagasantri.

"Meskipun tergolong tanahnya subur, namun warga masyarakat Desa KarangTalun ternyata banyak yang kerja di tanah rantau, hampir 30 persen dari jumlah penduduk. Ini menjadi resiko bagi penyebaran pandemi. Oleh karena itu kami bertindak serius dan cepat dalam penanganan antisipasi penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga memberikan solusi kepada warga yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Mereka diikutkan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang menggunakan alokasi dana desa. Tentunya yang diprioritaskan adalah warga miskin, penganggur, setengah penganggur serta marjinal. "Dalam melaksanakan kegiatan PKDT kami tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Termasuk menjaga jarak dan mengenakan masker," tukasnya.

Heru berharap keberadaan Relawan Desa Lawan Covid-19 mampu mengatasi pandemi dan berbagai dampak yang menyertainya. Khususnya untuk warga Desa KarangTalun. Hingga saat ini belum ada warganya yang positif Covid-19. "Saya terus memberikan support agar mereka menjalankan tugas dengan optimal. Pandemi belum berakhir. Apalagi saat ini jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Purbalingga terus bertambah," tuturnya.

Saat ini pihaknya bersama Relawan Lawan Covid-19 aktif mensosialisasikan gerakan 3 M, yang meliputi Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak kepada warga. Pihaknya optimistis dengan peran serta relawan dan dukungan warga, desanya akan bebas dari pandemi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga Hanung Wikantono secara terpisah mengatakan jumlah warga yang positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga totalnya mencapai 381 orang. Hingga Rabu (3/11) terdata sebanyak 86 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga masih dirawat. Sebanyak 287 pasien dinyatakan sembuh dan 8 pasien meninggal. "Purbalingga masuk zona merah Covid-19," terangnya.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana dalam berbagai kesempatan menyampaikan Program Jogo Tonggo hingga di tingkat masyarakat paling bawah perlu terus dilaksanakan. Tujuannya untuk mengantisipasi melonjaknya penderita Covid-19. "Ini upaya preventif agar pandemi Covid-19 bisa dikendalikan," imbuhnya.

***

tags: #jogo tonggo #purbalingga #covid-19 #relawan desa lawan covid-19 #desa karangtalun

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI