Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM bersama narasumber saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di Bugati Room,  Rabu (18/11).

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM bersama narasumber saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di Bugati Room, Rabu (18/11).

Agustina Wilujeng: Karakter Pancasila Jadi Solusi Warga Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Karakter Pancasil dalam sikap keguyuban, kegotongroyongan, keseiyasekata setelah musyawarah, juga kesetiakawanan, adalah solusi dari problematika bangsa ini.

Rabu, 18 November 2020 | 13:53 WIB - Didaktika
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

KUASAKATACOM, SEMARANG - Anggota MPR RI Agustina Wiujeng Pramestuti SS MM menyatakan masyarakat memiliki kontribusi penting bagi pembangunan dan pengembangan karakter Pancasila. Hal itu karena karakter Pancasila merupakan tafsiran yang terus berkembang mengikuti zaman. Agustina meyakini sebagai dasar berbangsa, Pancasila akan kokoh jika dihidupi masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan.

''Saya melihat aplikasi karakter Pancasila harus berbasis kultur dan juga komunitas. Dengan berbasis kultur, karakter Pancasila akan tumbuh dengan ragam budaya, dalam keseimbangan yang terjaga. Sehingga unsur kebhinnekaan terbatinkan di dalamnya. Sebaliknya juga, dengan berbasis komunitas, terjadi interaksi, saling menguatkan aplikasi dari karakter itu,'' terang Agustina di hadapan 40-an peserta dalam acara sosialisasi empat pilar Kebangsaan: Kontribusi Masyarakat dalam Pembangunan Karakter Pancasila, di Bugati Room Azana Hotel Semarang, Rabu siang (18/11/2020).

BERITA TERKAIT:
Agustina Wilujeng Gagas Ekonomi Kreatif Berbasis Empat Pilar Kebangsaan
Agustina Wilujeng Sarankan Perkuat Empat Pilar secara Kreatif
Agustina Wilujeng: Praktik Etika Kebangsaan akan Mengakselerasi Mutu Kehidupan
Agustina Wilujeng: Empat Pilar Memperkokoh Keunggulan Bangsa
Agustina Wilujeng  Paparkan Empat Pilar dalam Teladan Semangat Kartini

Dalam sosialisasi yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat itu, hadir juga narasumber lain, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Jawa Tengah Dr Teguh HP, dengan moderator Pemimpin Redaksi Wawasan Aulia A Muhammad.

Agustina melihat pembangunan karakter Pancasila kian mendesak mengingat kondisi bangsa saat ini yang mengalami terpaan informasi yang luar biasa. Informasi yang menerpa masyarakat terkadang tidak terfilterisasi dengan baik, sehingga dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan. Menurutnya, masyarakat harus bergerak bersama untuk terus saling jaga dan dukung dari terpaan-terpaan itu. Agustina kemudian menegaskan tentang bahaya hoax.

''Terpaan informasi itu berbahaya karena sengaja disebarkan sebagai hoax, berita yang tak jelas sumbernya, hanya membuat kebingungan masyarakat. Tujuannya tentu untuk membenturkan golongan satu dengan lainnya, pemeluk agama, atau suku dan etnis. Kita dibuat saling curiga dan tak percaya. Nah, ini yang bahaya. Karena itu, masyarakat harus memiliki daya tangkal atas berbagai info ini, dan tokoh masyarakat harus menjadi juru terang atas berbagai kabar tak mendasar itu,'' tegas kandidat doktor dari Fakultas Ilmu Budaya Undip itu.


Saluran Resmi
Agustina mengakui bahwa gerakan sektarianisme dan eksklusivisme akan terus ada. Dan itu menjadi tantangan yang sebangun dengan kemiskinan dan ketakmerataan pembangunan. Namun, tantangan itu harus dijawab dengan benar dan tindakan nyata. Berupa pandangan dan sikap hidup yang mempu menunjukkan bahwa Pancasila adalah pilihan terbaik untuk bangsa ini.

''Karakter Pancasil dalam sikap keguyuban, kegotongroyongan, keseiyasekata setelah musyawarah, juga kesetiakawanan, adalah solusi dari problematika bangsa ini. Kita sudah melihat dengan jelas, bahwa selama pandemi Covid-19 ini, karakter Pancasila adalah solusi. Tak ada warga yang merasa sendirian menghadapi pandemi ini. Yang terkena virus, dengan kesadaran bersama, mengisolasi diri. Dan lalu warga lalu bergotong royong, bergerak, saling berbagi, saling jaga. Itu jawaban dari masalah, dan itu karakter Pancasila. Dengan sikap hidup itu, Pancasila akhirnya menjadi solusi, dan itu wujud kontribusi warga,'' terangnya.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo menambahkan tentang bagaimana informasi dapat menyatukan tapi juga memecah belah masyarakat. Dia melihat televisi dan internet adalah saluran yang penting untuk mempererat jalinan kebangsaan, tapi di sisi lain, juga menjadi alat bagi pihak lain untuk memecahkan kebangsaan itu. Dosen Undip ini juga mengingatkan bahwa masyarakat dalam berkontribusi langsung ketika melihat ada informasi dan atau tayangan di televisi dan internet yang dapat dikategorikan sebagau upaya memecah bangsa dan bertentangan dengan Pancasila.

''Ketika melihat ada informasi itu, ada tayangan yang tidak sesuai karakter bangsa, langsung dapat melaporkan kepada saluran resmi, misalnya ke KPI. Sekarang apapun bisa langsung kita sampaikan ke pihak yang berwenang, baik melalui media sosial resmi lembaga, ataupun nomor kontak yang biasanya tersertakan di halaman website lembaga itu. Masyarakat harus menjadi filter pertama, menilai apakah sebuah informasi atau tayang di televisi melanggar karakter kebangsaan kita, atau tidak. Dengan aktif berkontribusi, masyarakat akan memiliki benteng tangguh ketika arus informasi terus berdatangan,'' tegasnya.

Senada dengan Agustina, Mulyo juga melihat bahwa pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa karakter Pancasila menunjukkan kekuatannya, sebagai jawaban ketika masyarat diuji dengan wabah itu. Mulyo menggambarkan bagaimana warga bergerak tanpa sekat agama, etnik, dan golongan, bersama-sama saling jaga agar wabah ini tidak menimbulkan kerusakan yang parah.

''Karakter Pancasila justru teruji dan terbukti di masa pandemi ini. Jadi tidak ada lagi keraguan, bahwa Pancasila telah terinternalisasi dalam gerak kehidupan kita, mendarah daging, dan menjadi kekuatan bersama menghadapi gangguan dari luar, seperti pandemi ini,'' tambah Mulyo, yang langsung ditepuktangani peserta.


tags: #sosialisasi empat pilar # agustina wilujeng pramestuti #covid-19 #pancasila adalah solusi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI