Pesawat Boeing 737 MAX

Pesawat Boeing 737 MAX

FAA Cabut Larangan Terbang Pesawat B737 MAX

B737 Max, sebelumnya dilarang terbang di seluruh dunia selama 20 bulan sejak Maret 2019.

Kamis, 19 November 2020 | 21:35 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Status grounded atau larangan terbang untuk seri pesawat B737 MAX buatan Boeing resmi dicabut oleh Otoritas penerbangan Amerika Serikat ( FAA). Pengumuman pencabutan tersebut dimuat di situs resmi FAA pada pada Rabu (18/11/2020). 

Menurut Administrator FAA, Steve Dickson, pihaknya telah menandatangani surat pernyataan yang mengizinkan pesawat BOEING 737 MAX untuk digunakan lagi melayani penerbangan komersil. 

FAA pun mengklaim, pihaknya telah melakukan proses tinjauan keamanan yang komprehensif dan metodis selama 20 bulan terakhir, dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah keselamatan di B737 MAX, terutama software Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). 

BERITA TERKAIT:
FAA Cabut Larangan Terbang Pesawat B737 MAX

Guna mengecek hal itu, Dickson mengaku turun langsung ke lapangan, menerbangan B737 MAX dengan software MCAS yang telah diupdate. Terkait upgrade software MCAS, yang dilakukan Boeing adalah mengubah keseluruhan arsitektur software pengontrol penerbangan itu, sehingga sistem kini menggunakan dua komputer, alih-alih hanya satu. 

Dengan begitu, komputer MCAS saat ini bisa menerima input dari dua sensor di masing-masing sisi pesawat. Selain itu materi pelatihan bagi pilot B737 MAX juga telah diperbarui, termasuk penanganan yang harus dilakukan jika terjadi runaway stabilizer. 

Keputusan dari FAA yang mengizinkan B737 MAX terbang komersil kembali, disambut baik oleh Boeing. Langkah tersebut memungkinkan maskapai-maskapai yang berada di bawah yurisdiksi FAA, termasuk di AS, mengambil langkah yang diperlukan untuk memulai lagi penerbangan dengan B737 MAX. Selain itu, Boeing juga bisa kembali melanjutkan pengiriman pesawat yang selama ini mangkrak. 

“Kami tidak akan melupakan nyawa yang hilang akibat dua kecelakaan tragis yang menyebabkan penghentian operasi,” kata CEO Boeing, David Calhoun dalam keterangan resmi di situs Boeing. 

B737 Max, sebelumnya dilarang terbang di seluruh dunia selama 20 bulan sejak Maret 2019, menyusul dua kecelakaan fatal, yakni Lion Air nomor penerbangan JT610 dan Ethiopian penerbangan ET302, yang menewaskan 346 penumpang dan awak pesawat

“Peristiwa ini dan pelajaran yang telah kami peroleh, telah membentuk kembali perusahaan kami dan selanjutnya memusatkan perhatian kami pada nilai inti kami, yaitu keselamatan, kualitas, dan integritas,” terang Boeing. 

Adanya pencabutan larangan dari FAA itu, membuat maskapai-maskapai yang mengoperasikan B737 MAX di armadanya diharuskan melakukan update software B737 MAX sesuai petunjuk Boeing, dan memberikan pelatihan ulang kepada pilot-pilotnya. 

Menurut Boeing, proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hari, sebelum pesawat benar-benar boleh terbang. 

Saat ini di Indonesia, ada dua maskapai yang mengoperasikan B737 MAX 8, yakni Lion Air dengan jumlah sepuluh pesawat, dan Garuda Indonesia dengan jumlah satu pesawat.
 


tags: #faa cabut larangan terbang pesawat b737 max #garuda indonesia #lion air #pesawat #boeing 737 max

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI