Yunia Wahdiyati selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo. Foto: Istimewa.

Yunia Wahdiyati selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo. Foto: Istimewa.

Satgas Covid-19 Sukoharjo Catat 77 Pasien Corona Meninggal

Yunia mengimbau bagi masyarakat yang saat ini memiliki riwayat kormobid (penyakit penyerta) diminta lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Rabu, 25 November 2020 | 18:55 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Sukoharjo - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mencatat kasus kematian pasien Covid-19 di Sukoharjo mencapai 77 orang. Hampir semua kasus meninggal dunia tersebut diikuti dengan komorbid atau penyakit penyerta.

Yunia Wahdiyati selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, mengatakan, sebanyak 77 pasien meninggal per Selasa (24/11). Menurutnya, jumlah kasus terkonfirmasi meninggal sebanyak 77 orang itu terdiri dari 30 orang dari 197 orang pada usia lebih dari 60 tahun.

Kemudian, pada usia dewasa 26 – 59 tahun sebanyak 45 orang dari 1.001 orang. Selanjutnya, terdapat dua kasus kematian pada usia remaja dari 211 kasus terkonfirmasi positif. “Angka kematian tertinggi di Kecamatan Bendosari 7,7 persen. Sedangkan tiga kecamatan dengan kematian tertinggi berikutnya Kecamatan Nguter sebanyak 7,2  persen, Gatak sebanyak 7,0 persen, dan Polokarto sebanyak 6,8 persen,” paparnya.

Dikatakan, semua pasien Covid-19 yang meninggal tersebut semuanya mengalami gejala. Sementara untuk pasien Covid-19 tanpa gejala belum ada yang ditemukan meninggal dunia. Selain itu, hampir semua kasus meninggal dunia diikuti dengan komorbid.  “Pasien status suspect, setidaknya 15 orang meninggal dunia,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, angka kematian Covid-19 di Sukoharjo menurun 0,2 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang menyentuh angka 4,9 persen. Dengan begitu, kasus kematian bertambah sembilan orang pada periode 16-23 November. “Rata-rata kasus terkonfirmasi Covid-19 berusia dewasa. Usia termuda ada bayi baru lahir dan pasien tertua berusia 100 tahun,” jelasnya.

Kasus meninggal ini, imbuhnya, bisa menjadi pembelajaran bersama, bahwa saat ini kasus penyakit tidak menular (PTM) bisa fatal karena adanya Covid-19. Ada faktor yang dapat diubah dan tidak dapat diubah sehingga PTM dapat memunculkan gejala. “Karena itu, kita harus cerdik, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres,” sambungnya.

Yunia mengimbau bagi masyarakat yang saat ini memiliki riwayat kormobid (penyakit penyerta) diminta lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. “Selain itu, tetap ikuti tata laksana pengobatan, baik pengobatan dengan obat atau modifikasi pola makan dan pola hidup,” imbaunya.

BERITA TERKAIT:
Satgas Covid-19 Sukoharjo Catat 77 Pasien Corona Meninggal


tags: #satgas covid-19 sukoharjo #sukoharjo catat 77 pasien corona meninggal #yunia wahdiyati selaku juru bicara satuan tugas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI