Petugas Satpol PP Kota Semarang saat memberikan hukuman olahraga fisik kepada dua manusia silver yang tertangkap pada Rabu (25/11/2020) sore

Petugas Satpol PP Kota Semarang saat memberikan hukuman olahraga fisik kepada dua manusia silver yang tertangkap pada Rabu (25/11/2020) sore

Sedang Beraksi, Dua Manusia Silver di Jalan Jrakah Semarang Diamankan Satpol PP

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan penangkapan manusia silver itu salah satunya karena pihaknya mendapat aduan dari masyarakat. Aduan itu, masyarakat merasa khawatir apabila tertular corona dari manusia silver.

Kamis, 26 November 2020 | 06:22 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Satpol PP Kota Semarang kembali mengamankan beberapa manusia silver yang beraksi, pada Rabu (25/11/2020) sore. Lagi lagi manusia silver yang diamankan itu yang beraksi di pertigaan traffic light jalan Jrakah. 

Ada dua manusia silver yang diamankan oleh petugas. Sempat terjadi kejar kejaran saat manusia silver akan diamankan. Sebab ada yang berusaha melarikan diri. Namun petugas  berhasil mencegah pelarian manusia silver itu. 

Setelah tertangkap, dua manusia silver itu dibawa ke Markas Satpol PP Kota Semarang untuk pembinaaan, diberi surat peringatan, hukuman olahraga fisik dan penggundulan rambut sebagai efek jera. 

BERITA TERKAIT:
Satpol PP Kota Semarang; Tak Pernah Terjadi Keributan saat Penegakkan Aturan PPKM
Video: Duh, Puluhan Warga di Tlogosari Semarang Terpergok Tak Pakai Masker
Video: Tiga Tempat Usaha di Kota Semarang Disegel Satpol PP
Video: Puluhan Lapak Pedagang Ditertibkan Satpol PP
Satpol PP Kota Semarang Bakal Tertibkan Sektor Usaha yang Beroperasi Lebihi Batas Waktu Selama PPKM
Video: Dua Restoran Cepat Saji di Kota Semarang Disegel Satpol PP
Beroperasi Lebihi Batas Waktu, Sejumlah Kafe dan Lapak Pedagang di Kota Semarang Ditertibkan Satpol PP

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan penangkapan manusia silver itu salah satunya karena pihaknya mendapat aduan dari masyarakat. Aduan itu, masyarakat merasa khawatir apabila tertular corona dari manusia silver. Sebab manusia silver itu saat mengais rejeki dari para pengendara, selalu tak pakai masker. 

"Banyak warga yang melapor ke kami, mereka merasa khawatir. Selain itu, penindakan ini juga menegakkan peraturan daerah Kota Semarang no 5 tahun 2014 tentang pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT)," kata Fajar. 

Fajar mengakui sementara waktu ini pihaknya hanya bisa memberikan pembinaan dan sanksi sosial. Sebab saat ini panti rehabilitasi belum bersedia gelandangan itu karena adanya pandemi. 

"Kalau nanti panti rehabilitasi sosial di Solo sudah buka lagi, pasti mereka akan kami kirim ke Solo. Disana mereka akan dibina selama tiga bulan," tegasnya. 

Ia pun juga mengakui, penangkapan manusia silver di Jalan Jrakah ini bukanlah yang pertama kalinya. Berulang kali anak buahnya selalu mengamankan manusia silver dari jalan tersebut. Ia menduga lokasi tersebut sangat strategis bagi manusia silver untuk mengais rejeki. 

Masih terkait maraknya manusia silver di Jalan Jrakah, Fajar menegaskan akan selalu menggelar patroli PGOT di titik tersebut. Hal ini agar para warga merasa nyaman, apalagi saat ini masih pandemi corona.

"Kami akan patroli rutin ke Jrakah agar tak ada lagi manusia silver. Kami juga akan patroli di titik lain yang kerap jadi lokasi manusia silver seperti di Jalan Kaligarang, Jalan Bangkong, Jalan dr Cipto," sambungnya. 

"Begitu saat patroli ada manusia silver, mereka akan langsung kami amankan," lanjut Fajar. 

Fajar pun menghimbau kepada para manusia silver agar tak terus menerus beraksi. Sebab apabila seorang manusia silver telah tertangkap sebanyak tiga kali, maka selanjutnya Satpol PP akan memberikan sanksi yang lebih berat


tags: #satpol pp kota semarang #manusia silver

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI