Jajaran Polda Jateng saat jumpa pers kasus pemerkosaan anak di bawah umur, Kamis (26/11/2020) siang [foto: Holy/KUASAKATACOM]

Jajaran Polda Jateng saat jumpa pers kasus pemerkosaan anak di bawah umur, Kamis (26/11/2020) siang [foto: Holy/KUASAKATACOM]

Mengaku Dukun, Seorang Pria Perkosa Sembilan Anak di Bawah Umur

Pencabulan kepada para korban itu telah berlangsung sejak 2018. 

Kamis, 26 November 2020 | 15:55 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Mengaku sebagai dukun, seorang pria berinisial S alias E (39) tercatat sebagai warga Kota Semarang Jawa Tengah nekat mencabuli sembilan anak dibawah umur. Akibat perbuatannya, pria tersebut terancam hukuman penjara 15 tahun. 

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, para korban S ini rata rata berusia 13 hingga 15 tahun. Modus yang dilakukan tersangka kepada korbannya pun cukup beragam. 

"Modus pelaku yaitu mengaku bisa mendeteksi adanya makhluk halus pada tubuh korban. Kemudian modus kedua mengusir makhluk halus dengan menyatukan raga, dalam tanda kutip ini artinya pelaku melakukan hubungan intim dengan korban. Ketiga, modusnya (pelaku) memberikan pil koplo (kepada korban)," kata Kombes Iskandar saat jumpa pers, di Lobby Ditreskrimum Polda Jateng, Kamis (26/11/2020) siang. 

BERITA TERKAIT:
Istri Jadi TKW, Pria di Brebes Cabuli Empat Anak di Bawah Umur
Video: Sadis, Enam Pria di Kendal Perkosa Anak di Bawah Umur Hingga Pagi
Video Mengaku Dukun, Seorang Pria Nekat Cabuli Sembilan Anak Dibawah Umur
Mengaku Dukun, Seorang Pria Perkosa Sembilan Anak di Bawah Umur
Seorang ABG, Terancam 15 Tahun Penjara Karena Memperkosa Anak di Bawah Umur

Adapun para korbannya berinisial AAP, APS, IA, SD, DMP, SHN, UTH, D dan AC. Pencabulan kepada para korban itu ternyata telah berlangsung sejak 2018 hingga 2020. 

"Terungkapnya setelah salah satu korban cerita ke orang tuanya, lalu orang tua korban melapor ke polisi pada 5 Oktober 2020," ujarnya.

Kombes Iskandar menjelaskan Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi bernomor 395/X/2020. Selain mengamankan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya akte kelahiran korban, pakaian korban, satu unit mobil milik tersangka dan hasil visum korban.

"Sementara tempat kejadian perkara pelaku mencabuli korban ada beberapa, ada di kamar mandi, rumah pelaku, hotel maupun di indekos," jelasnya. 

Ia menerangkan pelaku bakal terjerat UU Perlindungan anak no 35 tahun 2014, Pasal 76D, Pasal 81 ayat 1, Pasal 76 E dan Pasal 82.

"Ini ancaman penjaranya maksimal 15 tahun," tandas Kombes Iskandar. 

Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Sunarno SIK MH mengatakan, kasus itu terbongkar setelah orang tua korban berinisial AAP melapor ke kepolisian. Dari pengungkapan kasus itu, terbongkar bila AAP ingin lepas dari nafsu bejat pelaku, korban harus mencarikan "tumbal" wanita yang bisa diperkosa pelaku.

"Jadi kalau korban mau lepas dari pelaku, dia harus mencarikan korban baru dulu. Setelah itu pelaku baru bisa melepas korban," kata AKBP Sunarno. 

Pelaku S mengakui bahwa ia telah memperkosa beberapa anak di bawah umur. Ia sendiri bingung entah kenapa lebih menyukai memperkosa anak di bawah umur daripada yang seumuran maupun yang lebih tua. Untuk merayu korban agar mau diperkosa, ia hanya berjanji akan mengajak bermain bersama dan menraktir makan. 


tags: #anak di bawah umur #perkosa #polda jateng

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI