Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom

PGI Minta Aparat Tuntaskan Kasus Pembunuhan Keluarga di Sigi

Seluruh elemen masyarakat juga diimbau agar tak terpancing dengan kejadian ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Sabtu, 28 November 2020 | 12:49 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Menanggapi penyerangan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah, yang diduga dilakukan oleh Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom meminta aparat keamanan menuntaskan kasus ini. 

Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11/2020) Gomar Gultom, menaruh rasa prihatin dengan peristiwa tewasnya satu keluarga di Sigi akibat dibunuh oleh OTK. Gomar pun menyatakan berempati Kepada korban dan warga yang tinggal di sekitar rumah korban.

"Saya sangat prihatin dengan peristiwa kekerasan yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulteng, dimana rumah ibadah Bala Keselamatan dan 6 rumah dibakar, 4 warga dibunuh secara sadis. Saya mengungkapkan belarasa kepada keluarga yang ditinggal dan umat Bala Keselamatan," ucap Gomar.

BERITA TERKAIT:
Rakyat Dukung Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme
Menko Polhukam: MIT Gerakkan Kejahatan
PGI Kutuk Keras Pembantaian dan Pembakaran Warga Sigi Sulteng
Kutuk Aksi Pembantaian di Sigi, PBNU Minta Polisi Usust Tuntas Kasus Tersebut
Ali Kalora Terjun Langsung dalam Pembantaian Satu Keluarga di Sigi
PGI Minta Aparat Tuntaskan Kasus Pembunuhan Keluarga di Sigi
Usai Penyerangan MIT, 150 KK di Sigi Mengungsi

Aparat keamanan, diminta Gomar untuk menuntaskan kasus ini agar masyarakat terbebas dari aksi kekerasan. Seluruh elemen masyarakat juga diimbau Gomar agar tak terpancing dengan kejadian ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

"Terkait dengan ini saya sangat memohon agar aparat keamanan menuntaskan sisa-sisa kombatan teroris, agar masyarakat bebas dari ancaman teror, khususnya di sekitaran Poso dan Sigi. Kehadiran negara diperlukan di seluruh pelosok negeri untuk memulihkan rasa aman dalam diri masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya peristiwa pembunuhan sadis itu beredar luas di media sosial. Pembunuhan itu disebutkan dibarengi dengan pembakaran rumah dan gereja di sekitar lokasi kejadian.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso, namun terkait pembakaran gereja ia menegaskan hal itu tidak ada. "Iya benar ada laporan kejadian beredar di Facebook. Cuma perlu diluruskan bahwa di antara yang dibakar tidak ada gereja," ucap Irjen Rakhman Baso, Sabtu (28/11).

Objek pembakaran yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal itu, disebut Rakhman Baso hanyalah rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat. Dia kembali menegaskan bahwa yang dibakar bukan bangunan gereja.
 


tags: #sigi #pgi minta aparat #mujahidin indonesia timur #tuntaskan kasus pembunuhan keluarga di sigi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI