Bupati Pati Haryanto, Foto: Istimewa

Bupati Pati Haryanto, Foto: Istimewa

Pemkab Pati Setujui Penyertaan Modal Tiga BUMD

Ketiga BUMD dimaksud ialah PT Bank Jateng, PT BPR Bank Daerah Pati (Perseroda), dan Perumda Air Minum Tirta Bening.

Minggu, 29 November 2020 | 18:46 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, PatiPemkab Pati menyetujui Raperda penyertaan modal ke dalam tiga BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Raperda tentang hal ini telah melalui proses fasilitasi dari Gubernur Jawa Tengah.

Ketiga BUMD dimaksud ialah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng), PT BPR Bank Daerah Pati (Perseroda), dan Perumda Air Minum Tirta Bening.

Pada APBD 2021, Pemkab Pati akan menambah suntikan modal ke tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah disebutkan.

BERITA TERKAIT:
Pemkab Pati Angggarkan Rp11,62 Miliar untuk Pilkades 129 Desa
Libur Nataru, Pengunjung Wisata Pati Wajib Tes Antigen
PTM di Pati Tunggu Hasil Simulasi
Pemkab Pati Setujui Penyertaan Modal Tiga BUMD
Pemkab Janji Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi di Pati
Lestarikan Wayang Kulit, Pemkab Pati Gelar Lomba Dalang Anak
Pemkab Pati Komitmen Wujudkan Kampung Nelayan Sejahtera

Untuk Bank Jateng, sesuai road map 2021, penyertaan modal Pemkab Pati adalah sebesar Rp116,66 miliar. Adapun realisasi penyertaan modal sampai 2020 ialah sebesar Rp106,69 miliar.

“Sehingga perlu menambah penyertaan modal sebesar Rp9,96 miliar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, untuk PT BPR Bank Daerah Pati, penambahan suntikan modal dilakukan untuk memenuhi modal dasar yang ditetapkan sebesar Rp50 miliar dengan kepemilikan 100 persen Pemkab Pati.

Sampai 2020, modal yang telah disetor ialah Rp33 miliar. Adapun ada APBD 2021 akan ditambah Rp 4 miliar sehingga penyertaan modal menjadi Rp37 miliar.

Kemudian, untuk Perumda Air Minum Tirta Bening, sesuai Perda nomor 9 tahun 2019 ditetapkan bahwa modal dasarnya ialah sebesar Rp 220 miliar dengan kepemilikan modal 100 persen oleh Pemkab Pati.

Modal yang telah disetor sampai 2020 ialah sebesar Rp 72,02 miliar. Adapun rencana penambahan modal pada APBD 2021 ialah Rp6 miliar.

“Penyertaan modal ini diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan bank, pengembangan usaha, dan peningkatan cakupan layanan air bersih,” kata dia.

Dengan ditetapkannya Raperda penyertaan modal ini, Haryanto berharap kinerja BUMD meningkat. Sehingga, pendapatan asli daerah (PAD) meningkat melalui dividen dan pada akhirnya berkontribusi positif terhadap perkembangan perekonomian daerah.

Selain itu, disetujui pula Raperda tentang Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Raperda APBD Kabupaten Pati 2021.


tags: #pemkab pati

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI