Ketua Presidium Mer-C, dr Sarbini Abdul Murad. Foto: Istimewa.

Ketua Presidium Mer-C, dr Sarbini Abdul Murad. Foto: Istimewa.

Intervensi Perawatan Rizieq, MER-C Sebut Walikota Bogor Tak Beretika

Ketua Presidium MER-C meminta agar semua pihak bisa menghormati hak privasi Habib Rizieq.

Minggu, 29 November 2020 | 20:22 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Jakarta - Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyayangkan sikap Wali Kota Bogor, Bima Arya ,yang dinilai telah melakukan intervensi dan tekanan kepada Rumah Sakit, Tim Medis dan Pasien, dalam hal ini Habib Rizieq Syihab.

Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad, menyayangkan sikap Bima yang mempublikasikan kondisi Habib Rizieq sebagai pasien kepada publik. Tindakan ini dinilai tidak beretika dan dapat menimbulkan kesimpangsiuran serta keresahan bagi masyarakat.

"Perihal menyampaikan kondisi kesehatan adalah domain keluarga. Bahkan pihak RS/ dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seizin keluarga," jelas Sarbini dalam pernyataannya, Sabtu (28/11).

BERITA TERKAIT:
Guna Mudahkan Penyidikan, HRS Dipindahkan ke Rutan Bareskrim
Polisi Periksa HRS, Hari Ini Terkait RS Ummi
FPI Batal Gugat Pemerintah ke PTUN Terkait SKB
Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab Diminta Dibuka Kembali
Habib Rizieq Hari Ini Jalani Pemeriksaan Kasus Megamendung
Polisi Kembali Tetapkan HRS Sebagai Tersangka, Kali Ini Kasus Kerumunan di Megamendung
Usai Salat Jumat, PA 212 Akan Gelar Aksi 1812 Minta HRS Dibebaskan

Ia menyebut, Bima perlu belajar etika kedokteran mengenai independensi tenaga medis dalam bekerja. Selain itu, Sarbini juga menilai Bima perlu belajar mengenai hak pasien dalam menerima atau menolak semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa intervensi atau tekanan pihak mana pun.

"Jangankan dalam situasi normal, di daerah bencana dan peperangan saja wajib kita selaku tenaga medis tetap menjaga profesionalitas dan menghormati hak-hak pasien," ujarnya

Sarbini memastikan, tim medis mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu dan tidak perlu dilakukan untuk menangani pasien. Ia meminta agar Bima mempercayakan penanganan Habib Rizieq kepada pihak rumah sakit dan tim medis yang menangani. "Saat ini semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan," tuturnya.

Ketua Presidium MER-C meminta agar semua pihak bisa menghormati hak privasi Habib Rizieq sebagai pasien dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada tim medis. Mengingat, lanjutnya, masalah kesehatan seringkali menimbulkan polemik karena selalu dikaitkan dengan Covid-19.

Bahkan, polemik ini semakin rumit karena adanya perbedaan persepsi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menyikapi Covid-19. Selain itu, stigmatisasi, kurangnya empati dan menghormati hak privasi pasien juga dinilai turut memunculkan jurang yang cukup besar antara masyarakat dan petugas pemerintah. "Oleh karena itu, perlu kembali kepada profesionalitas dan etika dan hukum kedokteran di mana menjunjung tinggi hak-hak pasien," sambungnya.

Sarbini menambahkan bahwa Mer-C telah berpengalaman dalam memberikan bantuan medis dan kesehatan kepada siapa saja. Konsep kemanusiaan MER-C yang rahmatan lil alamin menjunjung independensi dan netralitas dalam memberi pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan.

"MER-C menolong siapa saja tanpa membedakan latar belakang masalahnya.  Sebut saja Panglima GAM, alm Ishak Daud, Komjen Polisi Susno Duadji, Ust Abu Bakar Baasyir, para terduga terorisme, dsb," pungkasnya.


tags: #habib rizieq shihab #intervensi perawatan rizieq #ketua presidium mer-c, dr sarbini abdul murad #bima perlu belajar etika kedokteran #mer-c sebut walikota bogor tak beretika

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI