Ilustrasi orang diborgol, Foto: Istimewa

Ilustrasi orang diborgol, Foto: Istimewa

Pembunuhan Perempuan di Kebun Salak Sleman Bermotif Asmara

Pelaku cemburu karena tersangka sering dibandingkan dengan laki-laki lain.

Kamis, 03 Desember 2020 | 15:56 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Sleman - Pelaku pembunuhan perempuan di kebun salak Kabupaten Sleman tujuh tahun silam ditangkap polisi. Motif pembunuhan diduga karena cemburu.

Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria menyatakan pelaku bernama Eko Budi Priyanto (39) warga Kediri Jawa Timur.

"Kemudian motifnya pelaku cemburu karena tersangka sering dibandingkan dengan laki-laki lain," ungkap Burkan di Mapolda DIY, Kamis (3/12).

Usai mengamankan pelaku, kata dia, polisi berhasil mengidentifikasi korban. Diketahui korban bernama Sri Utami (40) warga Bantul. Keduanya diduga kuat memiliki hubungan asmara. "Hubungan diduga kuat pacaran," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan modus pelaku adalah menganiaya korban sampai meninggal.

"Modusnya yaitu dengan memukul korban dengan menggunakan helm, dicekik, dan diinjak sampai meninggal dunia," lanjutnya.

Pelaku diamankan polisi di daerah Sidoarjo Jawa Timur pada Rabu (2/12) pagi. Sementara barang bukti yang diamankan polisi yaitu satu unit motor Bajaj Pulsar. Kemudian helm full face warna hitam yang digunakan untuk memukul korban dan satu buah kaca helm yang ditemukan saat olah TKP.

Burkan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ada indikasi pembunuhan berencana. Akan tetapi pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Berdasarkan keterangan sementara pembunuhan sudah direncanakan. Karena ada waktu untuk berpikir bahwa pelaku akan menghabisi korban," bebernya.

"Tapi pemeriksaan belum tuntas karena tadi malam baru tertangkap," sambungnya.

Tersangka dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria membeberkan kasus ini terjadi pada 4 Februari 2013 silam. Kala itu sesosok mayat perempuan ditemukan di kebun salak di Kalurahan Candibinangun, Pakem, Sleman.

"Pengungkapan tindak pidana pembunuhan yang terjadi 7 tahun lalu, tepatnya 4 Februari 2013. Saat itu ditemukan jenazah di kebun salak dan pelaku pada saat itu tidak diketahui dan baru tertangkap kemarin," bebernya.

Burkan menjelaskan kasus ini diketahui saat ada petani bernama Sarjono (55) warga Turi yang kala itu hendak memetik salak di kebunnya. Kemudian dia mencium bau busuk di kebun salaknya dan melihat ada tumpukan daun salak.

"Saat dilihat sudah ada satu mayat perempuan tanpa identitas menggunakan daster warna biru muda, jaket biru, masih ada cincin emas dan posisi membujur ke selatan," paparnya.

Saat ditemukan, jenazah perempuan itu sudah penuh dengan luka. "Ada luka di leher, di kepala, sudah ada keluar darah dari telinga,mulut, dan bagian kaki," ujarnya.

Burkan menjelaskan jika jajarannya telah melakukan penyelidikan. Hanya saja, mengalami banyak kendala yaitu minimnya petunjuk yang didapatkan. Termasuk tidak diketahuinya identitas korban.

"Cukup lama karena pelaku menghilang. Identitas korban juga baru kita temukan kemarin. Selama 7 tahun kita tidak tahu korbannya siapa. Karena saat itu sudah rusak sidik jarinya, tidak ada identitas yang menempel," jelasnya.

Selama 7 tahun hilang, kata Burkan, keluarga korban tidak pernah melakukan pencarian. Bahkan keluarga tidak melaporkan ke polisi.

"Sampai korban dikubur, sampai kemarin tidak ada keluarga yang mencari. Tidak laporan juga. Baru kemarin temukan identitas korban, kemudian kita konfirmasi ke Dlingo (Bantul). Ternyata benar hilang sejak 7 tahun lalu," pungkasnya.

BERITA TERKAIT:
Pembunuhan Perempuan di Kebun Salak Sleman Bermotif Asmara


tags: #kabupaten sleman #pembunuhan perempuan di kebun salak #motif pembunuhan diduga karena cemburu

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI