Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng, SS, MM saat memberikan sambutan secara virtual pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Kegiatan (Events) dan Penerapan CHSE ( Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) yang diadakan Kamis- Jumat (3-4/12/2020). Peserta kegiatan tersebut adalah para pengusaha batik perempuan Kabupaten Sragen. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng, SS, MM saat memberikan sambutan secara virtual pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Kegiatan (Events) dan Penerapan CHSE ( Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) yang diadakan Kamis- Jumat (3-4/12/2020). Peserta kegiatan tersebut adalah para pengusaha batik perempuan Kabupaten Sragen. 

Pengusaha Perempuan Batik Sragen Diminta Gunakan Medsos untuk Pasarkan Produknya

Pengusaha batik bila hari ini tidak memanfaatkan teknologi lewat medsos yang ada pasti ketinggalan.

Kamis, 03 Desember 2020 | 16:55 WIB - Ekonomi
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Solo- Walau masih dalam situasi pandemi Covid-19, pengrajin batik di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diminta untuk tidak patah arang dalam memasarkan hasil karyanya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM, dalam sambutannya di acara Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Kegiatan (Events) dan Penerapan CHSE ( Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) yang diadakan Kamis- Jumat (3-4/12/2020). Peserta kegiatan tersebut adalah para pengusaha batik perempuan Kabupaten Sragen. 

Kegiatan Bimtek tersebut, kata Agustina Wilujeng, peserta akan mendapatkan dua materi. "Yang pertama adalah penerapan CHSE di lingkungan kita, sedangkan kedua teman teman pengusaha batik akan belajar mengelola media sosial untuk dimanfaatkan menjadi sarana efektif dalam memasarkan barang yang diproduksi maupun dipasarkan peserta," ucap Agustina Wilujeng secara virtual.

Peserta, diminta Agustina Wilujeng, untuk memperhatikan materi yang disampaikan tiga narasumber yang merupakan orang orang yang bergerak di bidang media baik itu televisi ataupun media cetak. "Kalau perlu peserta mencatat nomor telepon mentor, karena mentor akan dengan senang hati menerima konsultasi para peserta. Jadi tidak hanya di saat Bimtek saja, namun setelah Bimtek selesai silahkan untuk berkonsultasi," terang Ketua Umum IKA FIB Universitas Diponegoro Semarang itu.

Agustina Wilujeng mengatakan kegiatan itu diadakan selama dua hari, hari ini mentor akan lebih banyak memberikan teori. Sedangkan di hari kedua Bimtek akan diisi dengan praktek pemanfaatan media sosial untuk sarana promosi. "Saya berharap pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Sragen terus maju, sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat," kata Agustina Wilujeng.

Mentor di kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan DPR RI itu antara lain, wartawan senior SCTV yang juga Ketua IJTI Jateng DR Teguh Hadi Prayitno, Pemred Suara Merdeka Gunawan Permadi dan Pemred Wawasan M Aulia Assyahidin.

Dalam sambutannya anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen Sugiyamto, SH, MH, mengatakan pengusaha batik di masa pandemi ini harus mulai memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya, 

"Saya minta peserta selama dua hari ini untuk fokus mengikuti Bimtek, saya yakin Bimtek ini akan banyak bermanfaat anda terapkan sebagai pengusaha batik. Pengusaha batik bila hari ini tidak memanfaatkan teknologi lewat medsos yang ada pasti ketinggalan, nanti setelah pulang Bimtek ini saya harapkan peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat. Selamat mengikuti Bimtek, semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat dan yang paling penting adalah menambah rejeki panjenengan," ucap Sugiyamto.
 
Pada kesempatan yang sama Widyaswara Ahli Muda Kemenparekraf Suwanto mengatakan Bimtek CHSE ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menggeliatkan kagiatan pariwisata di masa pandemi Covid-19. 

"Adanya kegiatan ini diharapkan sektor pariwisata di masa pandemi kembali menggeliat, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor terdampak di saat pandemi ini. Selain itu dengan adanya Bimtek ini diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mulai menerapkan CHSE, karena saat wisatawan sudah mulai sadar CHSE sehingga bila ada pelaku Parekraf yang tidak menerapkannya maka akan ditinggalkan oleh wisatawan," kata Suwanto.    

Pembukaan Bimtek ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Drs I Yosef Wahyudi, SH, MH dan anggota DPRD Kabupaten Sragen Wulan Purnamasari, SKom, MKom, dan H Joko Setiawan.

Foto bersama pengisi acara Bimtek Penyelenggaraan Kegiatan (Events) dan Penerapan CHSE ( Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) yang diadakan Kamis- Jumat (3-4/12/2020).

BERITA TERKAIT:
Video: Pengusaha Batik Sragen Diminta Gunakan Medsos untuk Pasarkan Produknya
Pengusaha Perempuan Batik Sragen Diminta Gunakan Medsos untuk Pasarkan Produknya
Gudang Kapas Pabrik Tekstil PT Bati di Sragen Kebakaran


tags: #pmi kabupaten sragen #bimtek #pengusaha perempuan batik sragen #diminta gunakan medsos untuk pasarkan produknya #batik sragen

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI