Poster Lomba Cipta Puisi oleh Kemendikbud

Poster Lomba Cipta Puisi oleh Kemendikbud

Kemendikbud Gelar Lomba Cipta Puisi, Lebih dari 700 Mahasiswa Berpartisipasi

Lomba bertujuan mendapat gambaran bagaimana mahasiswa merespon wabah Covid-19, terutama dalam bertoleransi.

Selasa, 22 Desember 2020 | 16:50 WIB - Didaktika
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Lomba Cipta Puisi Mahasiswa bertema Budaya Toleransi di Masa Pandemi Covid-19. Tema itu sengaja dipilih untuk melihat bagaimana respon mahasiswa Indonesia atas wabah Covid-19. Kemendikbud mengharapkan, melalui puisi, mahasiswa dapat mewujudkan dan mengembangkan, juga menggambarkan sikap dan budaya toleransi yang hadir di masyarakat di saat menghadapi wabah yang luar biasa ini.

Lomba ini ditutup pada 18 Desember 2020 dengan total ada lebih dari 700 naskah yang masuk. Peserta paling banyak berasal dari Universitas Diponegoro (222 orang). Kemudian diikuti Universitas Dian Nusdiantoro Semarang (55), Universitas Muhammadiyah Semarang (35), Universitas Aisyiyah Yogyakarta (28), Politeknik Kudus (16), Universitas Negeri Semarang (14), dan Politeknik Negeri Semarang (9). Selebihnya menyebar ke universitas dari luar Jawa Tengah, bahkan dari Sumatera, Kalimatan, dan juga Papua.

“Kemudian ada 97 naskah yang masuk, tapi tanpa identitas atau KTM, sejumlah 97 mahasiswa,” ujar Juli Maheswari SS, salah satu panitia lomba, Selasa (22/12) kepada Tim KUASAKATACOM.

BERITA TERKAIT:
Kemendikbud Buka Pendaftaran SNMPN
Video: Mahasiswa Undip, Raih Juara Lomba Cipta Puisi Piala Mendikbud
Pemenang Lomba Cipta Puisi Mahasiswa Diumumkan!
Besok, Juara Lomba Cipta Puisi Mahasiswa Diputuskan
Kemendikbud Gelar Lomba Cipta Puisi, Lebih dari 700 Mahasiswa Berpartisipasi
Wujudkan Toleransi di Masa Pandemi, Kemendikbud Gelar Lomba Cipta Puisi Mahasiswa Berhadiah Puluhan Juta
Nadiem: 35,5 Juta Siswa Telah Rasakan Manfaat Bantuan Kuota Internet

Juli pun sangat menyanyangkan hal tersebut. Pasalnya, ini menunjukkan mahasiswa tidak membaca ketentuan mengirim naskah. Kemudian, banyak puisi peserta yang tidak sesuai dengan tema maupun kaidah penulisan.

“Tapi kabar gembiranya, banyak juga puisi yang digarap dengan serius. Tidak hanya sesuai ketentuan, bahkan ada yang mengangkat sejarah dan budaya setempat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia pun merinci universitas yang berpartisipasi dalam lomba ini. Universitas di Pulau Jawa mendominasi lomba ini. Di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Dian Nusdiantoro, Universitas Muhammadiyah Semarang, Politeknik Kudus, Universitas Negeri Semarang, Akademi Statistika Muhammadiyah Semarang, dan Universitas Tidar.

Kemudian Universitas Stikubank, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas PGRI Semarang, UIN Walisongo, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Wahid Hasyim, IAIN Salatiga, STIKe Muhammadiyahh Tegal, IAIN Pekalongan, dan Universitas Sebelas Maret,  Politeknik Harapan Bersama Tegal, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPPI Rembang, dan STIK Kendal.

Mahasiswa Luar Jawa

Selanjutnya Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, STAN, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, ST Muhammadiyah Farmasi Tangerang, Universitas Negeri Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Islam Malang, dan Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Sementara dari Daerah Istimewa Yogyakarta ada ISI Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Stikes Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Gadjah Mada, ISI Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, dan Stikes Aisyiyah Yogyakarta.

Untuk Pulau Sumatera ada Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat, Universitas Maritim Raja Ali Haji Riau, Universitas Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung, Yayasan Pengembangan Ilmu dan Teknologi MIK-AKTAN, dan Universitas Negeri Padang, dan Politeknik Aisyiyah Sumbar.

Sementara dari Provinsi Kalimantan ada Teknologi Kesehatan & Saint Wiyata Husada Samarinda dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Selanjutnya dari Pulau Nusa Tenggara ada Universitas Muhammdiyah Mataram, sedangkan Pulau Papua diwakili Politeknik Kesehatan Jayapura. Sementara dari Pulau Sulawesi ada Universitas Muhammadiyah Buton.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan lomba ini, diharapkan ada gambaran yang lebih utuh bagaimana mahasiswa mengembangkan toleransi di masa pandemi ini.  Untuk itu, karya-karya tersebut pun dibukukan.

"Melalui puisi, diharapan didapatkan gambaran bagaimana mahasiswa merespon wabah Covid-19 ini, terutama berkaitan dengan budaya toleransi dan kegotongroyongan. Sikap mahasiswa yang diwujudkan dalam bentuk puisi itu, bagaimana pun adalah cermin dari kenyataan yang sebenarnya. Sehingga dapat juga menjadi ukuran bagaimana di tengah pandemi, generasi muda kita, kaum milenial, merespon hal itu," pungkasnya.


tags: #kemendikbud #lomba cipta puisi mahasiswa

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI